Breaking News:

Berita Karanganyar Terbaru

Ribuan Pendaki Serbu Gunung Lawu, Antrean Jalur Candi Cetho Karanganyar Mengular Hingga 500 Meter

"Kemarin ada rombongan porsi besar dari Sragen sebanyak 130 orang, totalnya kemarin kisaran 1.300 pendaki,"

Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Ilham Oktafian
ISTIMEWA / Tangkapan Layar @suryomulyo6
Ribuan pendaki memadati jalur pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho, Minggu (5/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Ribuan pendaki menyerbu jalur pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (4/7/2020).

Sebanyak 1.300 pendaki memadati jalur tersebut hingga menjadi viral di media sosial Instagram.

Hari Pertama UTBK UNS, 142 Orang Tak Hadir di Sesi I, Didominasi Luar Soloraya

Tak Bawa Surat Rapid Test, Peserta UTBK UNS Asal Ngawi Tak Bisa Ikut Ujian

Bocah 15 Tahun Tewas Setelah Latihan Silat di Gatak Memiliki Luka di Bagian Wajah

Dalam video yang beredar, antrean pendaki tampak mengular hingga area parkir kawasan Objek Wisata Candi Cetho.

Koordinator Jalur Pendakian via Candi Cetho, Nardi tidak menampik adanya kepadatan pendaki tersebut.

"Kemarin ada rombongan porsi besar dari Sragen sebanyak 130 orang, totalnya kemarin kisaran 1.300 pendaki," kata dia kepada TribunSolo.com, Minggu (5/7/2020).

"Antrean terjadi di pos pendakian sampai basecamp parkiran, ya, panjangnya kurang lebih 500 meter," tambahnya.

Nardi menjelaskan antrean pendaki itu terjadi lantaran penerapan protokoler kesehatan Covid-19 yang dilakukan terhadap para pendaki.

"Antrean itu karena ada pengecek suhu, peralatan, hand sanitizer, masker cadangan, dan antre untuk di-briefing," jelas dia.

"Briefing-nya kemarin juga antre, tidak bisa banyak paling banyak 60 orang karena tempat terbatas," tambahnya.

Nardi mengungkapkan para pendaki yang melewari jalur pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho didominasi dari wilayah Soloraya.

"Kebanyakan lokalan wilayah Jawa Tengah, dari Semarang, Sragen, Sukoharjo, Karanganyar," ungkapnya.

Jumlah pendaki yang mencapai 1.300 orang, lanjut Nardi, merupakan yang terbanyak pasca pembukaan 21 Juni 2020.

"Hari pertama pembukaan itu kosong, belum ada pendaki, hari kedua kisaran 15 sampai 18 orang, kemarin paling ramai setelah pembukaan 1.000 lebih," ucap dia.

"Sebelum Covid-19, tidak sampai 600 per weekend, mungkin karena belum banyak gunung yang dibuka, kami sampai kewalahan," tandasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved