Virus Corona

Seorang Wartawan di Bali Meninggal Terjangkit Corona, Puluhan Jurnalis Lainnya Jalani Rapid Test

Satgas Covid-19 Bali hingga kini masih mencari tahu dari mana pasien tersebut tertular.

Tayang:
Editor: Hanang Yuwono
Wartakota/Nur Ichsan
ILUSTRASI PEMAKAMAN : Tim medis dan Petugas melakukan prosesi pemakaman jenazah orang dengan Covid-19, TPU Tegal Alur, Kalideres, Jakarta barat. Senin (13/4/2020). Mereka melakukan pemakaman ini dengan menggunakan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah dan WHO. 

TRIBUNSOLO.COM -- Tiga pasien di Bali meninggal dunia karena Covid-19, Senin (6/7/2020).

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bali mengumumkan salah satu pasien merupakan seorang wartawan yang meninggal pada Rabu (1/7/2020).

Ketua Harian Satgas Covid-19 Gianyar, Made Gede Wisnu Wijaya mengatakan, pada 1 Juli, almarhum mengeluh sesak napas dan tidak enak badan.

Sambut Piala Dunia U-20 pada 2021, Selain Stadion Manahan, Ada 4 Lapangan Pendukung Akan Direnovasi

TKI di Malaysia & Jepang Asal Klaten yang Meninggal di Tengah Pandemi Dipastikan Bukan karena Corona

Pihak keluarga lalu membawa pasien tersebut ke Rumah Sakit Daerah Mangusada, Badung.

"Almarhum dinyatakan meninggal dunia pada 1 Juli," kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa (7/7/2020).

Kemudian dari hasil tes swab yang keluar pada 2 Juli, pasien tersebut dinyatakan positif Covid-19.

Satgas Covid-19 Bali hingga kini masih mencari tahu dari mana pasien tersebut tertular.

Terkait kasus kematian wartawan ini, pada 4 Juli Gugus Tugas Covid-19 Bali telah melakukan rapid test kepada 20 lebih wartawan yang kontak dengan pasien.

Hasilnya dinyatakan non-reaktif.

Sementara itu dua pasien lainnya yang meninggal tercatat berasal dari Kabupaten Badung, Bali.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Badung, Gusti Ngurah Jaya Saputra mengatakan, pasien pertama berinisial R (50).

R memiliki penyakit penyerta berupa vertigo, muntah, dan lambung.

Sejak 26 Juni dia dirawat di RSD Mangusada dan dinyatakan meninggal dunia pada 2 Juli 2020.

Adapun pasien kedua berinisial B (30). Awalnya B dirawat di RS Surya Husada selama hampir sebulan.

"Lalu dirujuk ke RS Sanglah dan meninggal di sana," kata dia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved