Virus Corona
Seorang Wartawan di Bali Meninggal Terjangkit Corona, Puluhan Jurnalis Lainnya Jalani Rapid Test
Satgas Covid-19 Bali hingga kini masih mencari tahu dari mana pasien tersebut tertular.
TRIBUNSOLO.COM -- Tiga pasien di Bali meninggal dunia karena Covid-19, Senin (6/7/2020).
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bali mengumumkan salah satu pasien merupakan seorang wartawan yang meninggal pada Rabu (1/7/2020).
Ketua Harian Satgas Covid-19 Gianyar, Made Gede Wisnu Wijaya mengatakan, pada 1 Juli, almarhum mengeluh sesak napas dan tidak enak badan.
• Sambut Piala Dunia U-20 pada 2021, Selain Stadion Manahan, Ada 4 Lapangan Pendukung Akan Direnovasi
• TKI di Malaysia & Jepang Asal Klaten yang Meninggal di Tengah Pandemi Dipastikan Bukan karena Corona
Pihak keluarga lalu membawa pasien tersebut ke Rumah Sakit Daerah Mangusada, Badung.
"Almarhum dinyatakan meninggal dunia pada 1 Juli," kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa (7/7/2020).
Kemudian dari hasil tes swab yang keluar pada 2 Juli, pasien tersebut dinyatakan positif Covid-19.
Satgas Covid-19 Bali hingga kini masih mencari tahu dari mana pasien tersebut tertular.
Terkait kasus kematian wartawan ini, pada 4 Juli Gugus Tugas Covid-19 Bali telah melakukan rapid test kepada 20 lebih wartawan yang kontak dengan pasien.
Hasilnya dinyatakan non-reaktif.
Sementara itu dua pasien lainnya yang meninggal tercatat berasal dari Kabupaten Badung, Bali.
Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Badung, Gusti Ngurah Jaya Saputra mengatakan, pasien pertama berinisial R (50).
R memiliki penyakit penyerta berupa vertigo, muntah, dan lambung.
Sejak 26 Juni dia dirawat di RSD Mangusada dan dinyatakan meninggal dunia pada 2 Juli 2020.
Adapun pasien kedua berinisial B (30). Awalnya B dirawat di RS Surya Husada selama hampir sebulan.
"Lalu dirujuk ke RS Sanglah dan meninggal di sana," kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/ilustrasi-pemakaman-tim-corona.jpg)