Breaking News:

Pendaki Gunung Lawu Tewas

Video Pendaki Andi Viral, Relawan AGL Berikan Tips Hadapi Fase Hipotermia yang Membuat Halusinasi

Lebih lanjut Budi menjelaskan, jika yang menimpa Andi adalah fase terberat dari hipotermia.

Penulis: Ilham Oktafian | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Dok Basarnas Kantor SAR Semarang
Penampakan jenazah pendaki Andi Sulistyawan yang berhasil diturunkan dari puncak Gunung Lawu di pintu masuk pendakian via Cemoro Kandang, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Selasa (7/7/2020) dini hari. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ilham Oktafian

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Relawan Anak Gunung Lawu (AGL) ikut menanggapi viralnya detik-detik Andi Sulistyawan (18) sebelum diketemukan tewas di puncak.

Anggota AGL, Budi Santoso berharap kejadian tersebut tak lagi berulang.

Jika pendaki lain mendapati hal tersebut apalagi misterius tanpa berperilaku sewajarnya, ia mengharap segera melaporkan pada relawan terdekat di lokasi kejadian.

"Diharapkan seperti itu, karena yang bersangkutan sudah berhalusinasi karena mencapai fase terberat hipotermia," kata Budi kepada TribunSolo.com pada Jumat (24/7/2020).

Promo Gramedia Payday: Dapatkan Diskon 30% untuk Pembelian Semua Buku, Tanpa Syarat & Ketentuan

18 Anggota DPRD Solo Jalani Tes Swab Massal, Buntut Rapat dan Ada yang Sentuh Tangan Pasien Positif

"Kalau melapor ke kami, atau relawan yang lain pasti dapat dicegah dan diberi tindakan pertolongan," imbuhnya.

Dituturkan oleh Budi, jika selain fisik, seorang pendaki harus mumpuni dalam hal pengetahuan juga.

Terlebih untuk kasus hipotermia, banyak pendaki belum mengetahui secara persis tentang fase dan penanganannya.

"Sebelum mendaki harus dipersiapkan betul," katanya.

"Selain menyelamatkan nyawa sendiri juga bisa menyelamatkan orang lain," imbuhnya.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved