Breaking News:

Solo KLB Corona

Netizen Heboh Swab Tes Achmad Purnomo Bisa Beda Hasil, Ternyata Begini Penjelasan Ilmiah

"Kalau kita mau membandingkan antara swab tanggal 17 Juli dan 24 Juli tidak bisa karena waktunya berbeda, selang seminggu," ujar Siti.

TribunSolo.com/Adi Surya
Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo Siti Wahyuningsih saat jumpa pers di kantor DKK Solo, Selasa (24/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo sempat menjalani uji swab mandiri di Rumah Sakit Kasih Ibu Solo, Jumat (24/7/2020).

Tim rumah sakit itu pun mendatangi langsung kediaman Purnomo di Jalan Bhayangkara Nomor 23, Kelurahan Panularan, Kecamatan Laweyan, Kota Solo. 

Mereka mengambil spesimen Purnomo beserta istri, Saraswati untuk diuji ke laboratorium yang telah ditunjuk Pemerintah Pusat di Semarang, Jawa Tengah. 

Dicari: Relawan untuk Jajal Vaksin Covid-19 oleh Bio Farma

Kasus Positif Covid-19 di 18 Kantor Kementerian & BUMN, Menteri Tjahjo Kumolo Kembali Aktifkan WFH

Selang tiga hari, hasil uji swab itu keluar dan menunjukkan Purnomo negatif Covid-19.

Hasil itu berbeda dengan yang keluar pada Kamis (23/7/2020) di mana itu menyatakan Purnomo terkonfirmasi positif Covid-19.

Adapun itu merupakan hasil uji swab kedua yang dijalani Purnomo, Sabtu (18/7/2020) seusai perjalanan ke Jakarta. 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo, Siti Wahyuningsih menyampaikan potensi uji swab 18 Juli 2020 dan 24 Juli 2020 menghasilkan hasil yang berbeda masih memungkinkan. 

"Secara teori yang kami pelajari, itu mungkin saja karena sudah satu minggu," kata Siti, Selasa (28/7/2020).

"Infeksi virus terhadap Purnomo belum tentu terjadi dalam rentang waktu 17 hingga 18 Juli 2020, malah bisa saja infeksi terjadi sebelumnya," tambahnya.

Siti menyampaikan hasil uji swab Purnomi yang dilakukan pada 17 Juli, 18 Juli, dan 24 Juli tidak bisa dibandingkan. 

"Kalau kita mau membandingkan antara swab tanggal 17 Juli dan 24 Juli tidak bisa karena waktunya berbeda, selang seminggu," ujar Siti. 

"Kalau swabnya tanggal 17 Juli dan 18 Juli itu masih bisa dibandingkan," tambahnya. 

Siti menuturkan kasus serupa juga sempat terjadi terhadap salah seorang pasien terkonfirmasi positif Covid-19  tanpa gejala.

"Orang tanpa gejala ada yang begitu lima hari sudah negatif, itu mungkin saja,  infeksi virus masuk kapan kita tidak tahu," tandasnya. (*)

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Ryantono Puji Santoso
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved