Info Kecantikan

Sudah Diet Tapi Berat Badan Susah Turun? Coba Perhatikan Beberapa Hal Berikut

Seseorang dapat menurunkan berat badan melalui diet terbatas kalori dan aktivitas fisik yang teratur. Namun, banyak faktor yang dapat mencegah penuru

Tayang:
Editor: Reza Dwi Wijayanti
secretsofhealthyeating.com
Ilustrasi - Menurunkan berat badan 

TRIBUNSOLO.COM - Jika berat badan sudah berlebih atau melewati batas normal membuat sebagian orang khawatir karena bisa berdampak pada kesehatan.

Salah satu cara yang dilakukan untuk mengatasinya yakni dengan melakukan diet.

Namun, seringkali dieat yang kita jalani malah tak membuahkan hasil.

Hal itu berkaitan erat dengan gaya hidup dan pola makan setiap hari.

Seseorang dapat menurunkan berat badan melalui diet terbatas kalori dan aktivitas fisik yang teratur.

Namun, banyak faktor yang dapat mencegah penurunan berat badan.

Melansir berbagai sumber, berikut ini beragam penyebab badan susah turun yang mungkin terjadi:

Nasib Kios Lantai II Pasar Jamu Nguter Sukoharjo: Sepi Pengunjung, Pemilik Alihkan Jadi Gudang

Harga Oppo Watch Terbaru Agustus 2020, Dibanderol Mulai Rp 3,4 Jutaan dan Ini Spesifikasinya

1. Mengandalkan olahraga tanpa memperhatikan pola makan

Melansir Medical News Today, olahraga adalah cara efektif untuk membakar kalori.

Bagi siapa saja yang ingin menurunkan berat badan, sangat penting untuk mencapai defisit kalori.

Ini melibatkan tubuh membakar lebih banyak kalori daripada yang diterima dari makanan.

Maka dari itu, untuk mendapatkan penurunan berat badan, seseorang perlu menggabungkan olahraga dengan mengonsumsi lebih sedikit kalori.

Penelitian menunjukkan bahwa, tanpa perubahan yang cukup pada pola makan, olahraga saja tidak mungkin menyebabkan penurunan berat badan yang substansial bagi kebanyakan orang.

Seseorang mungkin bisa menurunkan berat badan dengan melakukan olahraga intensitas tinggi, tetapi hal itu tak akan berjalan efektif jika tidak dibarengi dengan pengaturan pola makan.

2. Menjalani diet tanpa bukti ilmiah

Banyak diet “iseng” tidak didasarkan pada bukti ilmiah dan dapat menjadi kontraproduktif untuk menurunkan berat badan.

Banyaknya uang yang dihasilkan orang dengan membuat diet penurunan berat badan telah menghasilkan variasi yang luar biasa.

Banyak dari diet sangat ketat malah dapat menyebabkan gangguan atau masalah kesehatan.

Ada kemungkinan beberapa diet ketat, seperti diet Atkins dapat menghasilkan penurunan berat badan. Tetapi dalam banyak kasus, penurunan berat badan ini disebabkan oleh hilangnya air dan otot, bukan lemak.

Diet Atkins adalah diet rendah karbohidrat yang menyarankan orang-orang lebih banyak mengonsumsi protein dan lemak untuk memberikan energi sehari-sehari.

Selain itu, diet Atkins sulit untuk dipertahankan dan kebanyakan orang malah mendapatkan kembali berat badan yang turun tidak lama setelah menghentikan diet.

Padahal, makanan yang paling efektif dan sehat adalah makanan yang memiliki banyak variasi dan mengandung gizi seimbang.

Mengonsumsi lebih sedikit kalori memang penting, tetapi hal ini tidak boleh terjadi karena adanya pembatasan yang ekstrem pada kelompok makanan pokok mana pun.

 
3. Melakukan olahraga kurang tepat

Olahraga untuk menurunkan berat badan adalah olahraga yang teratur.

Sebuah studi di jurnal Medicine & Science in Sports & Exercise menyarankan setidaknya 225 hingga 420 menit aktivitas fisik per minggu dapat menurunkan berat badan secara efektif.

Penting untuk mempertahankan level ini aktivitas fisik tersebut dalam waktu yang lama.

Melakukan berbagai jenis olahraga juga dapat memengaruhi penurunan berat badan.

Secara garis besar ada dua jenis olahraga yang bisa dilakukan untuk menurunkan berat badan, yakni olahraga aerobik dan dan anaerobik.

Olahraga aerobik atau ketahanan, melibatkan penggunaan kelompok otot besar secara terus menerus dan berulang, seperti lengan dan kaki.

Contoh olahraga aerobik, misalnya jogging dan bersepeda.

Sementara, olahraga anaerobik melibatkan aktivitas yang singkat dan intens.

Contoh olahraga anaerobik, yakni angkat besi atau lari cepat.

Menurut American College of Sports Medicine, latihan aerobik memiliki efek langsung pada penurunan berat badan, sedangkan olahraga anaerobik tidak demikian.

Olahraga anaerobik dapat membangun otot dan membakar lemak, tetapi karena otot lebih berat daripada lemak, tidak akan ada penurunan berat badan.

Namun, olahraga anaerobik dapat mengubah lemak tubuh menjadi otot tanpa lemak.

Karena otot lebih berat daripada lemak, ini mungkin menjelaskan kurangnya penurunan berat badan dari latihan anaerobik.

Kombinasi antara olahraga aerobik dan anaerobik kemungkinan adalah metode olahraga terbaik untuk menurunkan berat badan.

4. Masih minum minuman manis

Mengonsumsi terlalu banyak minuman manis dapat mencegah penurunan berat badan.

Penelitian menunjukkan bahwa jumlah gula dalam makanan dapat memengaruhi penambahan berat badan. Banyak dari hal ini secara khusus terkait dengan konsumsi minuman manis.

Tidak seperti berbagai makanan tinggi kalori, minuman manis tidak memuaskan rasa lapar dan tidak memberikan energi yang cukup bagi tubuh.

Hal ini dapat membuat Anda lebih mudah mengonsumsiterlalu banyak minuman manis tanpa menyadarinya.

Penelitian menunjukkan bahwa minuman manis dapat berperan dalam obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung.

Membatasi atau menghilangkan konsumsi minuman manis dapat membantu meningkatkan penurunan berat badan.

5. Kurang tidur

Kualitas buruk atau kurang tidur dapat memengaruhi penurunan berat badan.

Sebuat studi menunjukkan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes.

Kurang tidur juga dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk mengatur rasa lapar.

Kurang tidur dapat memengaruhi hormon yang mengatur nafsu makan dan rasa lapar jadi terganggu.

Alhasil, seseorang bisa saja menjadi lebih sering makan ketika kurang tidur.

 Jadi, berusahalah untuk cukup tidur.

Menurut National Sleep Foundation, orang dewasa berusia 18-65 tahun harus tidur selama 7-9 jam setiap malam.

Sementara, orang dewasa yang lebih tua harus menargetkan tidur 7–8 jam setiap malam.

6. Alami stres

Stres juga bisa mengambat upaya penurunan berat badan.

Stres disinyalir dapat mendorong tubuh memproduksi hormon kartisol lebih banyak.

Hormon kartisol salah satunya dapat merangsang rasa lapar dan meningkatkan nafsu makan.

Jika Anda tak bisa mengatur stres dan pola makan, maka penurunan berat badan jelas sulit dicapai.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "10 Penyebab Berat Badan Susah Turun padahal Sudah Diet

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved