Pandemi Covid-19, Pemkot Solo Belum Izinkan Sekolah Tatap Muka, FX Rudy Harapkan Hal Ini

"Kalau saya maunya belajar tatap muka ya terus, tidak ada yang berhenti," ungkap Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo.

Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Ilham Oktafian
TribunSolo.com/Adi Surya
Ketua DPC PDI Solo FX Hadi Rudyatmo, Kamis (23/7/2020) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo belum mengizinkan sekolah melangsungkan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka.

Pasalnya bila menilik peta risiko di laman covid19.go.id, Solo masih masuk dalam kategori zona oranye atau risiko sedang.

"Sekolah belum kami buka, baik Paud, TK, SD, SMP," kata Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Sabtu (8/8/2020).

Adapun Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim sudah memberikan lampu hijau penyelenggaraan KBM tatap muka.

Itupun hanya bagi daerah zona hijau dan kuning dengan mempertimbangkan izin wali murid dan kepala daerah setempat.

Rudy mengungkapkan bila kelak sekolah sudah dibuka, tidak ada lagi kasus terpapar.

"Kalau saya maunya belajar tatap muka ya terus, tidak ada yang berhenti," ungkap dia.

"Itu karena ada paparan terus malah berhenti lama, tidak pas, pertimbangannya itu," tambahnya.

Pembelajaran Tatap Muka Segera Dimulai, Bupati Sragen Yuni : Sekolah Jangan Sampai Jadi Klaster Baru

Nestapa Bocah Giritontro Jalani Sekolah Online, Naik Bukit Terjal Ratusan Meter Hanya Demi Sinyal

Solo Jadi Zona Hitam saat Hari Pertama Tahun Ajaran Baru,Disdik Temukan Ada Sekolah Nekat Tatap Muka

Sementara itu, Rudy mengatakan Pemkot Solo juga akan melakukan sosialisasi terkait Instruksi Presiden (Inpres) No.6/2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Termasuk diantaranya soal sanksi yang akan mengikat bagi para pelanggar.

"Sosialisasi dulu, aturan tanpa sosialisasi nanti banyak masyarakat yang protes, belum tahu jadi persoalan," kata Rudy.

"Besarannya belum dipikirkan, sosialisasi dulu, sanksinya apa saja dipikirkan, dibahas, saya tidak ingin masyarakat solo ada yang kena sanksi," tandasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved