Pilkada Solo 2020

Lestarikan Budaya, Pengamen Solo Tanggapi Wacana Paguyuban Seni yang Digags Gibran-Teguh

Wacana paguyuban seni yang digagas relawan Gibran Rakabuming Raka - Teguh Prakosa disambut positif oleh pengamen Solo. Pengamen dari Kelurahan Joyonta

Penulis: Ilham Oktafian | Editor: Agil Trisetiawan
TribunSolo.com/Ilham Oktafian
Pengamen dari Kelurahan Joyontakan, Serengan Joko Supriyanto (40) saat ditemui usai tampil di konser jalanan Solo Hebat Serengan pada Rabu (26/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ilham Oktafian

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Wacana paguyuban seni yang digagas relawan Gibran Rakabuming Raka - Teguh Prakosa disambut positif oleh pengamen Solo.

Pengamen dari Kelurahan Joyontakan, Serengan Joko Supriyanto (40) mengaku mengapresiasi jika hal tersebut benar diwujudkan.

"Tanggapan saya positif sekali," katanya.

"Semoga musisi jalanan di Solo bisa terangkat seperti musisi lain," imbuhnya menegaskan.

Tekan Angka Golput, Bawaslu Solo Harap Parpol Lakukan Pendidikan Politik

Datangi Kampung Halaman Jokowi, Menpan RB Soroti Bangunan Polresta Solo

Tukang Jahit dan Ketua RW Dituduh Boneka Lawan Gibran, Begini Kata Ketua DPC PDIP Solo FX Rudy

Simulasi Belajar Tatap Muka Dimulai September, Pemkot Solo Segera Siapkan Sekolah Percontohan

Ia pun berharap jika diwujudkan, Paguyuban tersebut bakal mempunyai warna Kearifan lokal yang begitu kentara.

"Harapannya seperti itu, intinya mengangkat kebudayaan lokal," tegasnya.

Sebelumnya, wacana tersebut digagas oleh Relawan Gibran, Solo Hebat Serengan dan Wakil Ketua PAC PDI Perjuangan Serengan Teguh Mulyono.

"Kami ingin belajar dari Yogyakarta yang menampung musisi jalanan mereka dengan membuat paguyuban,

"Program konkretnya seperti itu, nanti akan kami didik berdasarkan bakat mereka," pungkasnya.

Senada dengan Teguh, penggagas acara sekaligus Koordinator Solo Hebat Serengan, Djoko Indarto mengaku prohatin dengan keberadaan pengamen jalanan di Solo.

Dalam konser tersebut ia berharap ekspresi mereka dapat tersalurkan dan memberi hiburan bagi masyarakat.

"Karena suara wong cilik inilah yang akan kita perjuangkan," ungkapnya.

"Kita berbagi beban dengan mereka, apapun aspirasi para pengamen tersebut itulah gambaran nyata persoalan yang dirasakan di masyarakat," tandasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved