Breaking News:

Pilkada Solo 2020

Tekan Angka Golput, Bawaslu Solo Harap Parpol Lakukan Pendidikan Politik

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Solo, Budi Wahyono menjelaskan masyarakat memiliki hak pilih yang bisa dipakai ataupun tidak.

Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Agil Tri
TRIBUNKALTIM.CO
Ilustrasi pencoblosan pada Pemilu 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Golongan putih (Golput) masih berpotensi muncul dalam kontestasi Pilkada Solo 2020 ini.

Berkaitan itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Solo, Budi Wahyono menjelaskan masyarakat memiliki hak pilih yang bisa dipakai ataupun tidak.

"Kalau warga negara di Indonesia dilindungi hak pilihnya, karena itu sebagai hak." jelas dia kepada TribunSolo.com, Kamis (27/8/2020).

"Maka tergantung dia, hak dasarnya mau dipakai atau tidak," imbuhnya.

Bila menilik regulasi yang ada, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu, misalnya.

Regulasi itu tidak mengatur soal Golput, namun lebih menekankan pada praktik politik uang yang terjadi di dalam kontestasi lima tahunan itu.

Sebut saja, pasal 515 Undang-Udang Nomor 7 Tahun 2017.

"Tidak ada yang mengatur soal Golput, yang ada soal politik uang," ucap Budi.

Cerita Joko Susilo, Bek Persis Solo yang Dihadapkan Pilihan Antara Sepakbola atau Militer

Tukang Jahit dan Ketua RW Dituduh Boneka Lawan Gibran, Begini Kata Ketua DPC PDIP Solo FX Rudy

Simulasi Belajar Tatap Muka Dimulai September, Pemkot Solo Segera Siapkan Sekolah Percontohan

Gugatan Kandas Ditolak PN Solo, Anak Koruptor Simulator SIM Batal Kuasai Rumah Khas Eropa di Laweyan

Budi menilai wacana Golput tidak dijadikan sebagai wacana arus utama dalam penyelenggaraan Pilkada tahun ini.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved