Breaking News:

Kasus Penembakan Kucing di Solo Raya

Biaya Operasi Pengangkatan Proyektil Peluru Tak Murah, Komunitas Kucing Ungkap Bisa Capai Rp 3 Juta

"Kalau pengambilan peluru itu biayanya sekitar Rp 1 juta sampai Rp 3 juta," ungkap Founder Rumah Difabel Meong Solo, Ning Hening.

TribunSolo.com/Agil Tri
Salah satu kucing yang ditembak tengah dibawa ke kantor Peradi Solo oleh Komunitas Rumah Difabel Meong, Selasa (15/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Biaya perawatan sejumlah kucing yang tertembak peluru senapan angin tidaklah sedikit.

Founder Rumah Difabel Meong Solo, Ning Hening mengungkapkan biayanya mencapai jutaan rupiah.

Misalnya, biaya operasi untuk kucing milik seorang warga Kabupaten Karanganyar yang ditembak tetangganya sendiri.

Kucing itu rencananya akan dioperasi di sebuah klinik daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Kami mendapat laporan jika ada Kucing yang ditembak, jadi kami patungan swadaya anggota kelompok untuk memeriksakan kucing tersebut," kata Ning, Selasa (15/8/2020).

"Kalau pengambilan peluru itu biayanya sekitar Rp 1 juta sampai Rp 3 juta," tambahnya.

Soloraya Darurat Penembakan Kucing, Komunitas Kucing Desak Adanya Regulasi Perlindungan Hewan

Penembak Kucing di Karanganyar Akan Diseret ke Polisi, Komunitas Sudah Konsultasi ke Peradi Solo

Kucing Jadi Korban Penembakan Terus Berjatuhan di Solo Raya, Ada Banyak Proyektil Masuk ke Tubuh

Dari beberapa kasus penembakan, lanjut Ning, tidak semua peluru yang bersarang di kucing yang telah diobati bisa diambil.

Ning mencontohkan ada kucing jenis domestik yang ditembak selama lima kali, dan baru tiga peluru yang bisa dikeluarkan. 

"Dampaknya bagi kucing sangat parah ya, karena bisa mengakibatkan cacat permanen dan kelumpuhan," terang dia. 

Peluru-peluru yang berhasil dikeluarkan dari tubuh kucing diamankan Komunitas Rumah Difabel Meong Solo sebagai barang bukti.

Sebagai efek jera, Ning mengatakan pihaknya akan melaporkan para pelaku penembakan ke pihak berwajib dengan menyertakan barang bukti yang telah dikumpulkan.

"Ini untuk edukasi bersama, dan kami akan melaporkan ke polisi untuk memberikan efek jera," tandasnya. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Adi Surya Samodra
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved