Penyerangan Acara Pernikahan di Solo

Polisi Gelar Rekontruksi Kasus Penyerangan Keluarga Umar Assegaf di Pasar Kliwon Solo Pagi Ini

Terlihat di kawasan lokasi kejadian petugas kepolisian sudah melakukan persiapan di lapangan pukul 09.00 WIB.

Tayang:
Penulis: Ryantono Puji Santoso | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Ryantono Puji Santoso
Rekontruksi aksi pembubaran acara pernikahan oleh oknum organisasi massa (ormas) yang menimpa keluarga Umar Assegaf di Mertodranan, Kelurahan/Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, Kamis (17/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Polisi gelar rekonstruksi kasus penyerangan dan penganiayaan keluarga Umar Assegaf di Mertodranan, Kelurahan/Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, Kamis (17/9/2020).

Dari pantauan TribunSolo.com, terlihat di kawasan lokasi kejadian petugas kepolisian sudah melakukan persiapan di lapangan pukul 09.00 WIB.

Wilayah TKP kejadian terlihat sudah disterilkan oleh petugas.

Garis polisi juga sudah terlihat terpasang, dan petugas kepolisian melakukan penjagaan.

Polisi Kejar 3 Orang yang Jadi Otak Pelaku Penyerangan Keluarga Umar Assegaf di Pasar Kliwon Solo

2 Pelaku Penyerangan di Pasar Kliwon Ditangkap, Polisi : Sembunyi & Potong Rambut Agar Tak Dikenali

Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan, sampai saat ini pengusutan kasus penyerangan di kawasan Mertodranan masih terus berlanjut.

"Kami masih terus memburu para pelaku," terang dia kepada TribunSolo.com.

Dikatakan, Polresta Solo sudah menetapkan delapan orang tersangka dalam kasus  di kawasan Mertodranan Pasar Kliwon.

Adapun berkas dari delapan orang tersangka itu juga sudah diserahkan ke Kejaksaan Negeri Solo.

"Sudah diserahkan untuk penelitian tahap pertama," papar dia.

Update Tersangka Penyerangan Pasar Kliwon, Polisi Tangkap Pria Berinisal S Berperan Jadi Penggerak

Update Tersangka Penyerangan Pasar Kliwon, Polisi Tangkap Pria Berinisal S Berperan Jadi Penggerak

"Sementara tiga DPO yang dikejar, diduga sebagai otak dari penyerangan," papar dia.

Dia menambahkan, penyerangan itu direncanakan dari grup WhatsApp (WA) para pelaku.

"Motif penyerangan yakni intoleran yang tidak bisa hidup berdampingan dan rukun dengan yang lain," akunya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved