Pengesahan RUU Cipta Kerja

UU Cipta Kerja Dinilai Berbahaya, AHY : Ubah Ekonomi Pancasila Jadi Neoliberal

"Nampak sekali bahwa ekonomi Pancasila akan bergeser menjadi terlalu kapitalistik dan neoliberalistik,"

Editor: Adi Surya Samodra
Tribunnews/Jeprima
Ketua Umum Partai Demorkat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat memberikan orasi politik di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (9/6/2018). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA – Omnibus Law RUU Cipta Kerja telah disahkan menjadi Undang-Undang dalam Rapat Paripurna DPR RI, Senin (5/10/2020).

Meski begitu, pengesahan tersebut sempat mendapat penolakan dari beberapa fraksi partai.

Partai Demokrat menjadi satu diantaranya.

Dikutip dari Kompas,com, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY) mengatakan, partainya memutuskan menolak UU Cipta Kerja yang telah disahkan DPR RI dalam Rapat Paripurna, Senin (5/10/2020) kemarin.

Menurut AHY, dampak UU Cipta Kerja akan berbahaya bagi sistem perekonomian di Tanah Air.

Terlebih, UU sapu jagak itu dinilai jauh dari prinsip-prinsip keadilan sosial.

"Nampak sekali bahwa ekonomi Pancasila akan bergeser menjadi terlalu kapitalistik dan neoliberalistik," kata AHY dalam keterangan tertulis, Senin (5/10/2020).

"Tentu, menjadi jauh dari prinsip-prinsip keadilan sosial. Alih-alih berupaya untuk menciptakan lapangan kerja secara luas, UU tersebut berpotensi menciptakan banyak sekali masalah lainnya," lanjut dia.

RUU Cipta Kerja Digedok, SBSI 92 Jateng : Belum Ada Mogok Kerja, Masih Dikaji

Pengesahan RUU Cipta Kerja Terkesan Terburu-Buru, SBSI Jawa Tengah Minta Dikaji Ulang

Pasal UU Cipta Kerja Rugikan Pekerja, Serikat Buruh Sukoharjo Dorong Presiden Jokowi Buat Keppres  

AHY juga mengatakan, pengesahan UU Cipta Kerja ini cenderung dipaksakan.

Padahal, masih banyak pasal yang dapat merugikan kelompok buruh.

AHY pun mengucapkan permintaan maaf lantaran Demokrat kalah suara dalam pertarungan terkait pengesahan RUU Cipta Kerja menjadi undang-undang.

"Saya mohon maaf pada masyarakat Indonesia, khususnya buruh dan pekerja, karena kami belum cukup suara untuk bisa memperjuangkan kepentingan rakyat. Insya Allah kita terus memperjuangkan harapan rakyat," ujar dia.

Lebih lanjut, AHY mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya buruh dan pekerja yang terdampak UU Cipta Kerja untuk selalu bersuara dan tetap menegakkan nilai-nilai keadilan.

"Kita (Partai Demokrat) harus berkoalisi dengan rakyat, no one is left behind. Bersama kita kuat, bersatu kita bangkit. Tuhan bersama kita," pungkas dia.

DPR RI sebelumnya telah mengesahkan Omnibus Law RUU Cipta Kerja menjadi undang-undang melalui rapat paripurna, Senin (5/10/2020).

(KOMPAS/ Haryanti Puspa Sari)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "AHY: UU Cipta Kerja Ubah Ekonomi Pancasila Jadi Neoliberal".

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved