Virus Corona

Camat di Nunukan Unggah Video Gendong Bayi Positif Covid-19, Minta Maaf Usai Ucapannya Viral di FB

Selain menggendong bayi positif corona, di video tersebut, Effendi juga menuding petugas kesehatan menyampaikan kabar hoaks.

Editor: Hanang Yuwono
(Kompas.com/Ahmad Dzulviqor)
Bayi laki laki berusia 4 bulan di Desa Mansalong kecamatan Lumbis kabupaten Nunukan Kalimantan Utara, dinyatakan positif covid-19 dalam gendongan ASN Kantor camat Lumbis (istimewa) 

TRIBUNSOLO.COM -- Camat Lumbis, Muhammad Effendy di Nunukan, Kalimantan Utara mendadak jadi sorotan.

Hal itu berkaitan videonya saat menggendong bayi 4 bulan yang terkonfimasi positif.

Muhammad Effendy pun segera minta maaf usai aksinya tersebut viral di media sosial.

Tak Lakukan Long March, Massa Aksi Solo Raya Gugat Omnibus Law Dilarang Bawa Senjata Tajam

Tingkat Zonasi Risiko Covid-19 Turun dalam 1 Bulan Terakhir, Doni Monardo Apresiasi Pemprov Sulut

Cegah Sebaran Covid-19, Kemendikbud Ajak Mahasiswa Edukasi Masyarakat Soal Pentingnya 3M

Bayi tersebut memiliki riwayat perjalanan ke Samarinda pada September 2020 lalu.

Selain menggendong bayi positif corona, di video tersebut, Effendi juga menuding petugas kesehatan menyampaikan kabar hoaks.

Di video tersebut ia juga meminta agar puskesmas tidak menyebar informasi bohong yang meresahkan masyarakat.

Effendi berdalih mengatakan hal tersebut secara spontan karena melihat kondisi bayi yang sehat.

"Saya sudah minta maaf, saya share di akun FB saya juga, itu terjadi spontan, saya melihat kondisi si bayi sangat sehat, saya gendong gendong dan mengatakan kalimat yang tidak sepantasnya terucap," kata Effendy saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (7/10/2020).

Ia mengatakan melakukan hal tersebut karena tak ingin warga Lumbis ketakutan.

Apalagi ayah di bayi adalah salah satu pedagang di pasar di wilayah Lumbis.

Setelah videonya menggendong bayi viral di media sosial, Effendi mengaku sudah menemui kepala puskesmas setempat untuk meminta maaf.

Ia juga berkomunikasi dengan tenaga medis untuk tindakan penceghan penyebaran Covid-19 di wilayahnya.

Sesuai dengan anjuran tenaga medis, Effendi dan sejumlah orang yang datang melakukan rapid test dan isolasi.

"Saya akan menjalani apa yang disarankan tim medis puskesmas, mungkin saya dan sejumlah orang yang datang berkunjung ke rumah bayi akan rapid test," katanya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved