Info Kecantikan
Gejala dan Penyebab Kanker Tenggorokan yang Harus Diketahui, Batuk Berdarah hingga Susah Menelan
Laring atau kotak suara yang berada tepat di bawah tenggorkan juga rentan terkena kanker. Penyakit ini juga bisa menyerang bagian tulang rawan penutu
TRIBUNSOLO.COM - Kanker tenggorokan adalah salah satu penyakit berbahaya yang tidak bisa disepelekan.
Biasanya tumor ganas ini berkembang di tenggorokan (faring, kotak suara (laring), atau amandel.
selain itu, penyakit ini juga sering muncul di sel pelapis bagian dalam tenggorokan.
Laring atau kotak suara yang berada tepat di bawah tenggorkan juga rentan terkena kanker.
Penyakit ini juga bisa menyerang bagian tulang rawan penutup tenggorokan sampai ke amandel.
• Mengenal 4 Manfaat Cuci Muka dengan Teh Hijau, Bantu Kurangi Produksi Sebum
• 5 Manfaat Air Mawar untuk Mata Kering yang Perlu Diketahui, Bantu Mengurangi Peradangan
Dilansir dari Mayo Clinic, kanker tenggorokan bisa dikendalikan jika terdeteksi sejak dini.
Apabila kanker telah menyebar atau bermetastasis ke jaringan di sekitarnya serta kelenjar getah bening, penyakit ini jadi susah disembuhkan.
Berikut gejala dan penyebab kanker tenggorokan yang perlu diwaspadai:
Gejala kanker tenggorokan
Beberapa gejala kanker tenggorokan tak jarang mirip dengan gangguan telinga, hidung, tenggorokan (THT) atau penyakit saluran pernapasan.
Namun, ada beberapa ciri- ciri kanker tenggorokan yang spesifik dan membedakannya dengan penyakit lainnya.
Melansir Mount Sinai, berikut beberapa gejala kanker tenggorokan:
- Suara napas mirip orang mengi atau sesak napas
- Batuk
- Batuk berdarah
- Susah menelan
- Suara serak yang tak kunjung sembuh selama lebih dari tiga minggu
- Leher atau telinga sakit
- Radang tenggorokan tak kunjung membaik setelah dua minggu, padahal sudah diberi obat dari dokter
- Muncul benjolan atau bengkak di leher
- Berat badan turun padahal tidak sedang diet
Periksa ke dokter jika ada gejala kanker tenggorokan di atas, terutama suara serak atau suara berubah tanpa sebab jelas dan berlangsung lebih dari tiga minggu.
Selain itu, konsultasikan ke dokter jika ada benjolan di leher yang tidak hilang dalam waktu tiga minggu.
Dokter umumnya akan melakukan pemeriksaan fisik, merekomendasikan pemeriksaan biopsi, rontgen, CT scan, sampai pemindaian MRI.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/radang-tenggorokan_20160529_145510.jpg)