Berita Solo Terbaru
PHRI Solo Optimis Keberadaan Flyover Purwosari Bisa Dongkrak Ekonomi, Termasuk Hotel
Pengoperasionalan Flyover Purwosari dinilai memberikan aksesibilitas yang mudah bagi wisatawan menuju wisata yang ada di sekitar kawasan Solo.
Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pengoperasionalan Flyover Purwosari diprediksi dapat kembali menggeliatkan sektor pariwisata di Kota Solo.
Terlebih lagi, sektor tersebut sempat terseok-seok akibat pandemi Covid-19.
Humas PHRI Kota Solo, Sunardi mengatakan, pengoperasionalan proyek yang menelan anggaran senilai Rp 104,67 miliar itu memiliki dampak ekonomi yang positif.
• Kasus Positif Corona di Klaten Bertambah 10 Orang, 1 Meninggal Dunia
• Komentar Wali Kota Solo Fx Rudy Soal UU Cipta Kerja: Jangan Dibaca Sepotong-sepotong
"Itu karena memang 20 persen pengguna jalan utama di Kota Solo yang mengakses dari Solo Barat menuju ke Solo Kota akan melewati itu," kata Sunardi dalam Obrolan Virtual Overview : Wajah Solo Setelah Ada Flyover Purwosari, Kamis (8/10/2020).
Pengoperasionalan Flyover Purwosari dinilai memberikan aksesibilitas yang mudah bagi wisatawan menuju wisata yang ada di sekitar kawasan Solo.
"Ketika ada akses yang mudah dan terhindar dari macet, itu membuat wisatawan yang datang ke Solo senang," tutur Sunardi.
"Dibanding sekarang ke Solo harus jalan memutar dulu. Ketika akan dibuka pada 20 Desember nanti tentu implikasinya sangat baik," tambahnya.
Akses mudah itu nantinya akan memberikan efek terkereknya tingkat okupansi hotel dan restoran yang ada di Kota Solo.
Bila menilik saat awal diterapkannya status kejadian luar biasa (KLB), tingkat okupansi tiarap.
Tingkat okupansi hanya satu digit, lebih tepatnya berada di kisaran 8 - 9 persen.
"Normalnya tingkat okupansi Kota Solo berada di angka 60-70 persen. Saat ini kondisi sudah lebih baik dibanding saat awal pandemi," ungkap Sunardi.
"Bulan Juli - Agustus 2020, Okupansi secara keseluruhan menembus 30 persen," imbuhnya.
Mulai terkereknya tingkat okupansi hotel dan restoran, membuat bisnis MICE di Kota Solo kembali menggeliat.
Menurut Sunardi, MICE menjadi satu ruh bisnis dalam sektor pariwisata Kota Solo.
"Memang soul of business. Paling banyak kegiatan pemerintah mulai dari kementerian, maupun dari provinsi," ujar Sunardi.
"Kedua kemudian dari kegiatan keluarga. Dalam kondisi sekarang, keluarga juga ingin mencari suasana lain, wisata menjadi pilihannya," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/sejumlah-pengendara-melewati-kawasan-proyek-flyover-purwosari-d.jpg)