Makam di Boyolali Diekshumasi

Pengirim Sate Ayam yang Diduga Tewaskan Nenek di Boyolali Terungkap, Polisi Tunggu Hasil Lab

Kasus dugaan tewasnya nenek di Boyolali setelah menyantap sate ayam terus ditindalanjuti. Polisi sudah memeriksa menantu korban.

Tayang:
Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Istimewa
PROSES EKSHUMASI - Polisi melakukan ekshumasi makam wanita yang diduga korban keracunan di Dukuh/Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Sabtu (30/5/2026). Wanita berinisial A (57) yang telah dimakamkan pada Selasa (19/5) itu diduga meninggal karena keracunan, setelah memakan sate ayam yang dikirim oleh anak menantunya yang tinggal di Kartasura. 

Ringkasan Berita:
  • Polisi menindaklanjuti kecurigaan keluarga terkait kematian Aminah (57), warga Desa Sindon, Ngemplak, Boyolali, yang diduga terjadi setelah menyantap sate ayam kiriman menantunya.
  • Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra mengungkapkan menantu korban berinisial P telah diperiksa sebagai saksi pada Rabu (3/6/2026).
  • Dalam pemeriksaan, P mengakui sate ayam misterius yang menjadi perhatian dalam kasus tersebut memang merupakan kirimannya kepada korban.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Kecurigaan keluarga soal kematian nenek berinisial A (57), warga Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali ditindaklanjuti polisi. 

Kematian nenek A diduga setelah menyantap sate ayam yang dikirimkan menantunya. 

Polisi sudah memeriksa P, menantu korban A yang mengirimkan sate tersebut. 

Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra mengatakan, mereka sudah memeriksa P pada Rabu (3/6/2026).

"Iya, mengakui (sate itu kirimannya)," kata Indra pada TribunSolo. com pada Rabu (3/6/2026).

Kapolres menjelaskan, menantu korban telah dimintai keterangan oleh penyidik sebagai saksi untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang berujung pada meninggalnya Aminah.

"Sudah kita periksa," ujar Indra.

Meski telah memperoleh pengakuan terkait asal-usul sate tersebut, polisi belum bersedia mengungkap lebih jauh hasil pemeriksaan maupun kemungkinan motif di balik pengiriman makanan itu.

DUGAAN SATE MAUT - Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra, bersama PJU memperlihatkan barang bukti kejahatan pidana saat konferensi pers di Mapolres Boyolali, Selasa (19/5/2026). Dia menyebut menantu perempuan yang tewas tak wajar di Boyolali mengakui mengirimkan sate ayam.
DUGAAN SATE MAUT - Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra (dua dari kiri), bersama PJU memperlihatkan barang bukti kejahatan pidana saat konferensi pers di Mapolres Boyolali, Selasa (19/5/2026). Dia menyebut menantu perempuan yang tewas tak wajar di Boyolali mengakui mengirimkan sate ayam. (TribunSolo.com/Tri Widodo)

Tunggu Hasil Otopsi

Indra menegaskan penyidik masih menunggu hasil otopsi dan pemeriksaan laboratorium forensik yang dilakukan oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Jawa Tengah.

Menurutnya, hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi kunci dalam menentukan penyebab pasti kematian korban sekaligus arah penyelidikan selanjutnya.

"Besok ya. Kita tunggu hasil otopsi dulu. Pasti nanti kita sampaikan berita besarnya," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kematian Aminah sempat menyisakan tanda tanya setelah ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya pada Selasa, 19 Mei 2026.

Baca juga: Misteri Sate Ayam Maut di Boyolali, Hasil Autopsi Korban Jadi Kunci, Polisi Bakal Ungkap Fakta Besar

Kasus itu kemudian menjadi perhatian setelah muncul informasi mengenai kiriman sate ayam misterius yang diterima korban sebelum meninggal.

Polisi telah memeriksa sejumlah saksi, mulai dari anggota keluarga hingga warga sekitar yang mengetahui kondisi korban sebelum dan sesudah ditemukan meninggal dunia.

Hingga kini, penyidik masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan ada tidaknya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

Hasil pemeriksaan forensik tersebut diperkirakan akan menjadi dasar bagi kepolisian untuk menentukan langkah hukum berikutnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved