Berita Klaten Terbaru

Kronologi Tabungan Rp 58 Juta Milik Warga Wedi Raib : Pelaku Sodorkan CSR & Tukar Kartu ATM Korban

Para pelaku tindak pidana penipuan sempat menyodorkan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) kepada korban yang merupakan warga Kecamatan Wedi, Klaten

Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Adi Surya Samodra
tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi Penipuan. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Para pelaku tindak pidana penipuan sempat menyodorkan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) kepada korban yang merupakan warga Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten.

Itu dilakukan sebelum akhirnya pelaku menukar kartu ATM korban.

Kasatreskrim Polres Klaten, AKP Andriyansyah Rihats Hasibuan mengungkapkan kejadian tindak penipuan itu bermula saat korban berencana mengambil uang di salah bank di kawasan Kecamatan Wedi.

Saat itu, pelaku LU datang menemui korban dan mengaku sebagai pegawai Pertamina yang sedang membagikan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR).

"Pelaku menawarkan hadiah dari CSR dengan syarat memiliki kartu ATM bank dan membagikan uangnya ke orang tak mampu," ucap Andriyansyah, Selasa (13/10/2020)

"Pelaku LU berusaha menyakinkan korban agar percaya dengan tawaran yang ia berikan. Kemudian, salah satu pelaku yang lain berinisial AS datang ke korban," tambahnya.

Baca juga: Awas! Aksi Penipuan Via WA Mengaku Kades Pranan Sukoharjo, Pelaku Minta Uang 

Baca juga: Viral Kaesang Anak Jokowi Jadi Sasaran Penipuan, Berikut Tips Agar Terhindar dari Penipuan Online

Seusai mendatangi korban, pelaku AS berpura-pura tidak mengenali pelaku LU dan mengaku ia mempunyai anak yatim piatu

Setelah koban melihat hal tersebut, kata Andriyansyah, ia mulai terpengaruh dengan tawaran tersebut dengan mengiyakan permintaan pelaku.

"Namun korban mengaku kepada pelaku dia tidak mempunyai kartu ATM bank dan hanya membawa sejumlah uang sebesar Rp 2 juta," ucap dia.

"Mendengar hal tersebut, pelaku bersama korban bersama-sama ke bank yang sama untuk mengajukan kartu ATM baru," imbuhnya.

Pada saat itu, pelaku mengarahkan korban untuk memberikan kode pin kartu ATM.

Saat proses pembuatan kartu ATM, pelaku sempat melihat isi buku tabungan korban, dan pelaku melihat isi saldo tercatat ada Rp 58 juta.

Setelah jadi, pelaku bepura-pura ingin melihat kartu ATM tersebut.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved