Info Kesehatan

Memahami Penyebab Keputihan pada Wanita, Salah Satunya Pengaruh Hormon

Seperti keputihan yang tidak normal mungkin berwarna kuning atau hijau, konsistensi kental, atau berbau tidak sedap. Infeksi jamur, virus, atau.

Tayang:
Editor: Reza Dwi Wijayanti
(Barabasa)
Ilustrasi vagina 

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat meningkatkan kemungkinan wanita terkena infeksi ragi vagina:

  • Stres
  • Diabetes
  • Penggunaan pil KB
  • Kehamilan
  • Penggunaan antibiotik, terutama penggunaan jangka panjang selama 10 hari

5. Gonore dan klamidia

Gonore dan klamidia adalah infeksi menular seksual (IMS) yang dapat mengeluarkan cairan keputihan abnormal.

Cairan keputihan yang keluar biasanya berwarna kuning, kehijauan, atau keruh.

6. Penyakit radang panggul

Melansir WebMD, pelvic inflammatory disease (PID) atau penyakit radang panggul adalah infeksi yang sering menyebar melalui hubungan seksual.

Itu terjadi ketika bakteri menyebar ke vagina dan ke organ reproduksi lainnya.

Infeksi bakteri ini Ini dapat menghasilkan cairan keputihan yang banyak dan berbau busuk.

PID biasanya disebabkan oleh infeksi menular seksual (IMS), seperti klamidia atau gonore.

Seorang wanita mungkin tidak melihat gejala PID tahap awal.

Tetapi, ketika infeksinya semakin parah, wanita dapat merasakan sejumlah gejala.

Berikut ini beberapa gejala PID selain keluar cairan keputihan banyak dan berbau busuk:

  • Nyeri di perut bagian bawah dan panggul
  • Pendarahan antar periode haid
  • Sakit saat berhubungan seks
  • Demam dan menggigil
  • Sakit saat buang air kecil

7. Infeksi human papillomavirus (HPV) atau kanker serviks

Infeksi human papillomavirus (HPV) disebarkan melalui hubungan seksual.

Infeksi ini dapat menyebabkan kanker serviks.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved