Penanganan Covid
Cara Mayjen Ratmono Perangi Covid-19 di Wisma Atlet: Jalani Tugas Secara Riang Gembira
Panglima Perang TNI melawan Covid di RSDC Wisma Atlet adalah Mayor Jenderal TNI Tugas Ratmono yang bertindak sebagai koordinator.
TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Kasus positif Covid-19 di Indonesia saat ini terus mengalami penambahan setiap hari.
Sebagai upaya menanggulangi Covid-19, unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI) dilibatkan dalam penanganan.
Baca juga: Melihat Skema Status Karyawan Kontrak dan Karyawan Tetap dan di UU Cipta Kerja, Ini Kata Menaker
Spot utama pertempuran TNI melawan virus Corona, berlangsung di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat.
RSDC Wisma Atlet sanggup menampung lebih dari 10 ribu pasien Covid-19.
Panglima Perang TNI melawan Covid di RSDC Wisma Atlet adalah Mayor Jenderal TNI Tugas Ratmono yang bertindak sebagai koordinator.
Komandan lapangannya juga seorang perwira TNI, Letkol Laut drg. Muhammad Arifin Sp.Ort., M.Tr.Opsla.
Penunjukkan Mayor Jenderal TNI Tugas Ratmono sebagai Koordinator RSDC Wisma Atlet tentu sudah memperhitungkan berbagai hal dalam pertempuran melawan virus Corona.
Baca juga: Update Covid-19 Global 19 Oktober 2020: Indonesia Ada di 19 Negara Terbanyak Kasus Covid-19
Menurut Ratmono kunci penanganan Covid-19 adalah petugas gembira dan bahagia.
"Pasien akan terdorong gembira dan bahagia juga. Gembira dan bahagia penting di sini agar imunitas meningkat,” ujarnya, dalam keterangannya, Minggu (18/10/2020).
Ratmono Ia memiliki segudang pengalaman yang tak perlu diragukan. Mayjen Tugas Ratmono kini masih menjabat sebagai Kepala Pusat Kesehatan TNI.
Sebelumnya ia bertugas sebagai Kepala Pusat Kesehatan TNI AD. Pengalaman tempur didapatnya saat bertugas di satuan Kostrad Batalyon Lintas Udara 431/K-SSP, Brigif 3, Kariango, Makassar.
Untuk diketahui, RSDC Wisma Atlet Kemayoran terdiri atas 10 tower dengan luas bangunan 468.700 meter persegi di lahan 10 hektare.
Wisma Atlet difungsikan sebagai RS Darurat Covid sejak 23 Maret 2020.
Saat ini empat tower yaitu tower 4,5,6, dan 7 digunakan untuk merawat pasien Covid-19 dari yang tanpa gejala, gejala ringan, hingga gejala sedang.
Sedangkan tower 1,2, dan 3 digunakan untuk manajemen, administrasi, dan tempat penginapan para petugas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/spot-utama-pertempuran-tni-melawan-virus-corona.jpg)