Penanganan Covid

Indofarma Segera Luncurkan Rapid Test Covid-19 Lewat Hembusan Nafas Karena Dinilai Lebih Efisien

Menurutnya alat tes cepat ini sangat berguna, jika diterapkan di tempat-tempat dengan mobilitas tinggi, seperti di stasiun atau pelabuhan.

Surya/Ahmad Zaimul Haq
Indofarma Segera Luncurkan Rapid Test Covid-19 Lewat Hembusan Nafas 

TRIBUNSOLO.COM - Kasus Covid-19 di Indonesia hingga kini belum juga berakhir.

Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk tangani sebaran Covid-19.

Baca juga: Update Covid-19 Global 21 Oktober 2020: Kini Total 40.991.901 Orang di Dunia Terinfeksi Corona

Direktur Utama PT Indofarma (INAF) Arief Pramuhanto mengatakan, pihaknya kini tengah menjalin kerja sama dengan lembaga riset serta Universitas ternama di Indonesia untuk mengembangkan rapid test Covid-19 berbasis artificial intelligence.

Ia mengatakan, alat yang berfungsi sebagai skrinning test ini dapat mendeteksi Covid-19 melalui hembusan nafas.

"Kalau alat ini tidak ada reagen atau cairan apapun yang digunakan di depan jadi murni berdasarkan data yang dimiliki oleh sistem," kata dia dalam talkshow virtual Selasa malam (20/10/2020).

Menurutnya alat tes cepat ini sangat berguna, jika diterapkan di tempat-tempat dengan mobilitas tinggi, seperti di stasiun atau pelabuhan, lantaran prosesnya hanya 1-2 menit.

Arief melanjutkan, jika seseorang dideteksi melalui alat ini terpapar covid-19, maka tes PCR tetap dilakukan.

"Pada prinsipnya ini kan alat untuk skrinning. Jadi kalau ada yang aktif kemudian tetap melakukan tes PCR," kata dia.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bisa terealisasikan ya karena itu kalau memang itu jadi harganya sangat murah sekali," harap Arief.

Cerita Pasutri Punya Sakit Jantung Plus Hipertensi Sembuh dari Covid-19

Kisah pasangan suami istri, dr Arief Fadhillah dan dr Fauziah sembuh dari Covid-19.

Dikethaui, keduanya sempat diisolasi di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik selama 15 hari, dimulai dari 13 Agustus. 

Baca juga: Harga Alat Dibanderol Rp 40 Juta, Akurasi GeNose Lacak Covid-19 Capai 97 Persen

Ditemui di rumahnya di daerah Kota Matsum, Kecamatan Medan Kota, pada akhir pekan lalu, Arief berbagi kisah.

Dia mengatakan, sebelum dinyatakan positif Covid-19, tanggal 28 Juli dia merasa demam, tetapi tetap bekerja.

Dari beberapa kali rapid test, pada hasil foto toraks terdapat gambaran pneumonia bilateral. Kemudian, pada 6 Agustus, dia tes swab yang hasilnya keluar empat hari kemudian, dia dinyatakan positif Covid-19. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved