Penanganan Covid
Indofarma Segera Luncurkan Rapid Test Covid-19 Lewat Hembusan Nafas Karena Dinilai Lebih Efisien
Menurutnya alat tes cepat ini sangat berguna, jika diterapkan di tempat-tempat dengan mobilitas tinggi, seperti di stasiun atau pelabuhan.
Saat itu, lanjutnya, dia tidak lagi merasa demam.
Sesuai dengan anjuran dari pihak rumah sakit agar dirinya diisolasi, dia pun dijemput ambulans dari RS Malahayati ke rumahnya menuju RSUP Haji Adam Malik pada 13 Agustus, bersama dengan istrinya yang saat itu mengalami gejala batuk dan demam.
"Awalnya saya bilang, saya sudah tidak ada apa-apa. Saya sehat, tapi istri saya yang ada gejala sakit, akhirnya kami dua isolasi di rumah sakit," katanya.
Punya riwayat jantung
Arief meyakini bahwa sebelumnya dia sudah pernah terkena Covid-19 sehingga ketika hasil swab-nya keluar dan dinyatakan positif Covid-19 saat itu tidak berakibat fatal.
Padahal, dia memiliki sakit bawaan berupa jantung (sudah dipasang ring), hipertensi, dan obesitas.
"Saya kerja di rumah sakit, pakai alat pelindung diri (APD) tetap, APD-nya sederhana, tetap terpapar sedikit-sedikit sehingga kenal tubuh ini. Jadi imun bisa ngelawan saat virus masuk," katanya.
Menurut dia, virus ini tidak boleh disikapi dengan ketakutan dan rasa khawatir secara berlebihan. Sebab, ketakutan atau kekhawatiran berlebihan bisa berakibat pada menurunnya imunitas.
Jika khawatir berlebihan pada Covid-19, harus melihat penyakit lainnya, seperti TBC, serangan jantung, rokok, seringnya minum alkohol, dan lainnya, karena angka kematian yang diakibatkan juga tidak sedikit.
Khawatir berlebihan akan turunkan imun
Dia mengibaratkan tubuh yang terkena Covid-19 dengan sebuah kampung yang disatroni maling.
"Ibarat kampung dimasuki lima orang maling. Pada tubuh yang sehat, normal, maka datang polisi imun itu menghadapi maling-maling itu. Tapi, pada tubuh yang bermasalah, dia akan menghancurkan maling itu dengan bom atom. Berlebihan," katanya.
Padahal, sebenarnya virus ini adalah virus yang sederhana yang bisa mati jika terkena sabun, ultraviolet, serta tak mampu hidup di tempat kering dan akan mati dengan sendirinya setelah 14 hari.
Hanya saja, yang perlu ditangani adalah proses dampak "serangan" virus, mulai dari pembekuan darah, penyumbatan darah, hingga lainnya.
"Virusnya 14 hari mati sendiri. Tapi, proses kerusakan itu, penyumbatan sana-sini itu yang berlanjut dan harus ditangani. Makanya, salah satu obatnya adalah pengencer darah," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/indofarma-segera-luncurkan-rapid-test-covid-19-lewat-hembusan-nafas.jpg)