Solo KLB Corona

Lockdown Pasar Harjodaksino Diperpanjang Selama Sepekan, Pedagang Diberi Waktu 2 Hari untuk Berkemas

"Karena ada salah satu suami pedagang yang meninggal dan istrinya pedagang itu juga terpapar Covid-19," katanya.

Tayang:
Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Adi Surya
Los Pasar Harjodaksino ditutup pasca penutupan dua hari akibat pedagang positif Covid-19, Senin (26/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Masa penutupan atau Lockdown Pasar Harjodaksino diperpanjang.

Penutupan pasar yang berada di Kelurahan Danukusuman, Kecamatan Serengan, Kota Solo itu sedianya dilakukan sampai Senin (26/10/2020).

Namun masa penutupan tersebut kini diperpanjang hingga Minggu (1/11/2020).

Baca juga: Potret Pasar Harjodaksino Solo yang di-Lockdown Gegara Corona, Kondisi Sepi dan Sunyi Bak Pasar Mati

Baca juga: Transaksi Online, PSK Ini Malah Dibunuh Pelanggan, Ditusuk di Leher dan Perut 

Lurah Pasar Harjodaksino, Listianto mengatakan, perpanjangan masa penutupan pasar lantaran ada warga pasar yang meninggal dunia.

Warga pasar tersebut diketahui berasal dari Kecamatan Banjarsari, Kota Solo.

"Karena ada salah satu suami pedagang yang meninggal dan istrinya pedagang itu juga terpapar Covid-19," katanya.

Listianto tidak menampik pedagang Pasar Harjodaksino sempat melayangkan protes atas perpanjangan masa penutupan.

"Kemudian kami jelaskan dan mereka memahami," tuturnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo, Heru Sunardi mengatakan, perpanjangan masa penutupan guna menekan potensi penularan Covid-19.

"Kalau kita melakukan swab, tapi pasarnya tidak ditutup itu kan tidak ada artinya," kata Heru.

Rencanaya, uji swab itu akan menyasar minimal puluhan warga pasar. Itu dilakukan guna mengukur potensi penularan.

"Paling tidak minimal itu 50 orang," ucap Heru.

Sementara itu, Heru mengimbau supaya para pedagang mengemasi barang dagangan mereka.

Mereka diberi waktu berkemas mulai Senin (26/10/2020) sampai Selasa (27/10/2020).

"Semua harus hati-hati, ini ujian. Semua harus tabah. Yang penting protokol kesehatan tetap ditaati," ucap Heru. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved