Breaking News:

Waspada, Inilah 5 Tanda Dehidrasi pada Bayi yang Harus Dicermati Orangtua

Dehidrasi dapat berbahaya bagi kesehatan karena menyebabkan infeksi saluran kemih (ISK) dan masalah ginjal. Pada bayi, dampaknya bisa lebih fatal.

TRIBUNNEWS.COM
BAYI - Ilustrasi bayi 

TRIBUNSOLO.COM - Mengetahui kondisi dehidrasi seorang bayi sangat penting diperhatikan.

Dehidrasi dapat berbahaya bagi kesehatan karena menyebabkan infeksi saluran kemih (ISK) dan masalah ginjal. Pada bayi, dampaknya bisa lebih fatal.

Baca juga: Vaksin Dinilai Bukan Solusi Akhir Lawan Corona, Tetap Terapkan Protokol Kesehatan dengan 3M Plus 3T

Bukan hanya orang dewasa, anak-anak termasuk bayi juga bisa mengalami dehidrasi. Namun mungkin saja orangtua tidak menyadari jika anaknya dehidrasi.

Maka dari itu, penting bagi orangtua untuk mengenali gejala dehidrasi pada bayi. Berikut ulasannya.

1. Bibir kering dan pecah-pecah

Ini adalah tanda dehidrasi paling umum. Bibir kering dan pecah-pecah serta jumlah air liur yang lebih sedikit merupakan tanda peringatan dehidrasi.

2. Popok kering

Bayi sangat sering buang air kecil sehingga dalam waktu 3-4 jam popok akan benar-benar basah dan perlu diganti.

Jika terjadi penurunan frekuensi buang air kecil pada bayi, maka orangtua tidak boleh menganggap enteng situasinya. Terlebih apabila urine berwarna gelap dan pekat. Hal itu bisa menjadi tanda dehidrasi.

Baca juga: Penyebab Urine Berwarna Gelap yang Harus Diketahui, Salah Satunya Karena Dehidrasi

3. Tidak ada air mata saat menangis

Halaman
12
Editor: Naufal Hanif Putra Aji
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved