Tahanan Polres Klaten Tewas
Potret Rumah Ali Mahbub di Joyotakan Solo, Pagar Pakai Pembatas Tripleks, Berada di Lingkungan Padat
Tidak ada halaman rumah, bila keluar dari rumah tersebut langsung menapak jalan.
Penulis: Ryantono Puji Santoso | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Suasana rumah Ali Mahbub (28) tahanan tewas di sel Polres Klaten tampak sederhana di RT 001 RW 004, Kelurahan Joyotakan, Kecamatan Serengan, Kota Solo.
Saat datang ke rumah tersebut, tampak seorang bayi sedang tidur di ruang tengah rumah tersebut hanya beralasakan kasur tipis.
Rumah itu berdempet dengan rumah lainnya.
Tidak ada halaman rumah, bila keluar dari rumah tersebut langsung menapak jalan.
Ruang rumah itu disekat kayu tripleks yang dicat berwarna biru.
Baca juga: Demo Kutuk Prancis di Klaten, Peserta Injak Wajah Emmanuel Macron hingga Bawa Poster Habib Rizieq
Baca juga: BREAKING NEWS : 10 Orang Penganiaya Ali Mahbub di Sel Tahanan Polres Klaten Ditetapkan Tersangka
"Ini anaknya ragil (anak terakhir), kasihan belum bisa lihat bapaknya, tapi sudah meninggal," kata mertua Ali Mabub, Painah (64) kepada TribunSolo.com.
Saat itu, Painah ditemani suaminya, Parto Wijoyo (93).
Mereka bercerita di dalam rumah yang ruang tamunya berisi satu lemari dan kursi beserta meja.
"Ini anaknya 4 masih kecil, anak saya (istri Mahbub) kerja di pabrik," jelas dia.
Painah menjelskan, dulu menantunya adalah seorang pegawai koperasi.
Ali Mahbub berasal dari Madura dan menikah dengan putrinya beberapa tahun lalu.
"Menikah pastinya kapan ya, intinya mereka punya anak 4 sekarang," tuturnya.
Painah mengatakan, semasa hidup, Ali Mahbub adalah orang yang baik dan senang berkumpul dengan warga.
"Dia sama warga juga dekat, baik orangnya, cuma kesandung kasus penggelapan itu," papar dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/rumah-yang-ditempati-ali-mahbub-tahanan-tewas-di-sel-polres-klaten.jpg)