Breaking News:

5 Tips Menghadapi Resesi Bagi Masyarakat Berpenghasilan Menengah Bawah, Siapkan Dana Darurat

Mempersiapkan dana darurat Anda memungkinkan Anda bisa tetap membeli kebutuhan Anda saat mencari posisi baru.

kafkadesk.org
ILUSTRASI resesi ekonomi dan dampaknya pada masyarakat 

TRIBUNSOLO.COM - Indonesia kini resmi mengalami resesi ekonomi.

Hal ini terkait laporan Badan Pusat Statistik (BPS) soal pertumbuhan ekonomi RI yang dilihat dari produk domestik bruto (PDB) terkontraksi minus 3,49 persen di kuartal III 2020 (year on year/yoy).

Baca juga: Meski Ekonomi Porak-poranda hingga Terjadinya Resesi, Pemerintah Yakin Tahun 2021 Tumbuh 5 Persen

"Kalau kita bandingkan posisi triwulan ketiga tahun lalu masih mengalami kontraksi 3,49 persen. PDB Indoneisa menunjukkan pertumbuhan signifikan secara kuartalan sebesar 5,05 persen," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam paparan virtual, Kamis (5/11/2020).

Menurutnya, pertumbuhan kuartalan menjadi modal yang bagus untuk tahun 2021.

"Secara kumulatif pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I sampai dengan triwulan III masih terkontraksi 2,03 persen," tuturnya.

Suhariyanto menambahkan kontraksi pertumbuhan ekonomi tidak terlalu dalam setelah diberlakukannya pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

BPS sebelumnya telah merilis pertumbuhan ekonomi RI di kuartal II 2020 minus 5,32 persen yoy.

Apa dampaknya pada masyarakat?

Menurut Pengamat Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi, resesi akan berpengaruh pada pasokan atau supply barang yang menurun secara drastis, tapi permintaan tetap.

Sehingga, harga akan naik dan memicu inflasi. Inflasi yang tak terkendali membuat daya beli masyarakat menurun, menyebabkan pertumbuhan ekonomi semakin terpuruk.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved