Breaking News:

Penanganan Covid

Update Vaksin Covid-19 : MUI Berangkat ke Cina untuk Pastikan Kehalalan Vaksin

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut Majelis Ulama Indonesia (MUI) sangat berhati-hati untuk urusan vaksin Covid-19.

Freepik designed by brgfx
Ilustrasi vaksin covid-19, Bio Farma menjelaskan perkembangan uji klinis tahap 3 vaksin covid-19. 

TRIBUNSOLO.COM - Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk melawan Covid-19.

Kabar terbarunya pemerintah Indonesia memastikan vaksin yang akan diberikan masyarakat aman.

Baca juga: Sehari Positif Corona di Sragen Tambah 46 Kasus, 1 di Antaranya Meninggal Dunia, Tapi 9 Orang Sembuh

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut Majelis Ulama Indonesia (MUI) sangat berhati-hati untuk urusan vaksin Covid-19.

Kehati-hatian ini berlaku untuk vaksin covid-19 yang diimpor dari berbagai negara maupun yang dibuat sendiri, terlebih soal kehalalan vaksin tersebut.

Adapun kini, Wapres tengah menunggu laporan dari MUI yang berangkat ke Cina.

"Ini masalah yang cukup rawan. Kalau kita tidak hati-hati, maka akan lebih baik kalau MUI itu betul-betul berhati-hati di dalam menyampaikan persoalan ini, verifikasi juga harus pasti betul, tingkat kehalalan seperti apa dan seterusnya, sehingga sampai sekarang Wapres juga sedang menunggu," kata Juru Bicara Wapres, Masduki Baidlowi, kepada wartawan, Jumat (6/11/2020).

Meski demikian, Masduki belum tahu pasti kapan MUI akan melapor kepada Wapres.

Foto yang diambil pada 6 Agustus 2020 dan disediakan oleh Dana Investasi Langsung Rusia ini memperlihatkan vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Institut Penelitian Epidemiologi dan Mikrobiologi Gamaleya.
Foto yang diambil pada 6 Agustus 2020 dan disediakan oleh Dana Investasi Langsung Rusia ini memperlihatkan vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Institut Penelitian Epidemiologi dan Mikrobiologi Gamaleya. (HANDOUT / RUSSIAN DIRECT INVESTMENT FUND / AFP)

Baca juga: Update Corona Karanganyar 5 Novermber 2020 : Ada 188 Kasus, Paling Banyak Kecamatan Kota 45 Orang

"Kalau sudah selesai pasti akan dilaporkan. Kalau sudah selesai dan sudah siap proses verifikasinya akan dilaporkan," katanya.

Dia menyebut kerja MUI untuk urusan kehalalan vaksin ini tidak sederhana.

Tim fatwa yang ikut berangkat ke Cina, akan lebih dulu mengadakan sidang fatwa bersama komisi fatwa.

Halaman
1234
Editor: Naufal Hanif Putra Aji
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved