Pilkada Solo Raya 2020
Pertanian di Solo Raya Tergerus,Pakar : Calon Kepala Daerah Jangan Punya Program Ratakan Tanah Subur
Pakar Pertanian UNS Solo, Samanhudi menyampaikan pembangunan tersebut mengorbankan lahan-lahan yang tersedia.
Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Asep Abdullah Rowi
Pada Pilkada Sukoharjo 2020, memunculkan dua Paslon yang sama-sama memiliki basic massa yang cukup kuat.
Calon Wakil Bupati kedua Paslon ini sama-sama ASN yang pensiun dini untuk bisa maju dalam Pilkada Sukoharjo 2020.
Mereka adalah mantan Sekda Sukoharjo Agus Santosa, dan mantan guru SDN 2 Tepisari Wiwaha Aji Santosa.
Agus Santosa, berpasangan dengan istri Bupati Sukoharjo, Etik Suryani.
Etik Suryani Agus Santosa (EA) diusung PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai NasDem, Partai Demokrat dengan modal 27 kursi.
Sementara Wiwaha Aji Santosa berpasangan dengan Joko Santosa (Paloma) yang merupakan mantan anggota DPRD Sukoharjo.
Paslon Joko Santosa (Paloma) - Wiwaha Aji Santosa (Joswi) hanya memiliki modal 18 kursi.
Meski didukung oleh 10 Parpol, namun hanya Partai Gerindra, PKS, PAN, dan PKB yang memiliki kursi.
Dukungan lainnya datang dari Parpol non Parlemen.
3. Kabupaten Klaten
Banjir peserta terjadi di Pilkada Klaten 2020.
Pilkada Klaten 2020 memunculkan tiga Paslon yang bakal bersaing untuk mendapatkan kursi Bupati dan Wakil Bupati Klaten.
Paslon pertama adalah Paslon petahana, Sri Mulyani dan Yoga Hardaya (MULYO), yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Golkar.
Selanjutnya One Krisnata dan Muhammad Fajri (ORI), yang diusung tiga partai politik, yaitu Partai Demokrat, Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Dan Paslon Arif Budiyono dan Harjanta (ABY-HJT) yang diusung PKB, PAN, PPP, dan Partai Nasdem.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/petani-padi_20170412_145943.jpg)