Berita Karanganyar Terbaru
Rumah Warga di Ngargoyoso Karanganyar Ambrol, Tertimpa Meterial Longsor Pasca Hujan Deras
Menurut Kepala BPBD Karanganyar, Sundhoro Budi Karyanto, peristiwa longsor tersebut terjadi di salah satu lapangan Desa Nglegok.
Penulis: Muhammad Irfan Al Amin | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Muhammad Irfan Al Amin
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Longsor terjadi di Dusun Jenggrik, Desa Nglegok, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (21/11/2020).
Menurut Kepala BPBD Karanganyar, Sundhoro Budi Karyanto, peristiwa longsor tersebut terjadi di salah satu lapangan Desa Nglegok.
"Itu terjadi di lapangan yang berdiri lebih tinggi di atas pemukiman warga," kata Sundhoro kepada TribunSolo.com.
Dirinya menjelaskan musibah longsor itu bisa terjadi karena talud atau dinding penahan tanah sudah mulai keropos.
Baca juga: Calon Wakil Bupati Sragen Ingin Tumbuhkan Minat Milenial untuk Bertani, Apa Saja Programnya?
Baca juga: Proyek Irigasi Bikin Jalan untuk Wisatawan di Ngargoyoso Dipenuhi Lumpur, Kades : Kami Evaluasi
"Akibat hujan deras, taludnya sudah mulai tergerus dan akhirnya ambrol," jelasnya.
Peristiwa yang terjadi pada pukul 11.30 siang tersebut tidak memakan korban jiwa.
"Tidak ada korban, karena hanya menimpa sisi belakang bagian dapur rumah korban saja," ungkapnya.
Sebagai bentuk antispasi, BPBD bersama relawan dari warga memindahkan sejumlah barang berharga milik korban ke lokasi yang lebih aman.
"Meskipun yang menjadi korban hanya satu rumah yaitu milik Pak Maryono, namun kami tetap mengevakuasi rumah sekitarnya yang rawan tertimpa longsor," katanya.
BPBD juga telah menyalurkan sejumlah bantuan sandang dan pangan bagi korban, sedangkan evakuasi lapangan dan perbaikan akan dilakukan esok hari saat cuaca mulai membaik.
"Besok kami akan bergotong royong dengan warga untuk mengangkat sisa puing-puing yang tertimpa longsor," jelasnya.
Komponen Dicuri
Komponen Early Warning System (EWS) untuk mendeteksi tanah longsor di Kabupaten Karanganyar ada yang hilang.
Kasi Kesiapsiagaan dan Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Hartoko menyampaikan, total ada 23 EWS yang dipasang di lokasi rawan tanah longsor dan banjir di wilayah Karanganyar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/kondisi-dapur-pasca-tertimpa-tanah-longsor-akibat-hujan-deras-di-desa-nglegok.jpg)