Berita Karanganyar Terbaru

Kisah Gibran si Dalang Cilik Asal Karanganyar : Pernah Tersetrum Sebelum Tampil & Menangis

"Waktu saya mau main wayang tahunya nyetrum dan saya menangis," kata Gibran Maheswara Javas Setyawan.

Tayang:
Penulis: Muhammad Irfan Al Amin | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com/ Istimewa
Penampilan Gibran saat menjadi dalang dalam sebuah pementasan 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Menjadi dalang cilik, bukan merupakan hal yang mudah bagi Gibran Maheswara Javas Setyawan

Ada suka dan duka yang dialaminya selama beberapa kali melakukan pementasan wayang. 

Pengalaman tersetrum sebelum tampil menjadi satu diantaranya.

Gibran mengatakan itu terjadi lantaran ada salah satu kabel mikrofon yang terkelupas sehingga mengalirkan listrik ke batang pisang tempat menaruh para lakon wayang.

"Waktu saya mau main wayang tahunya nyetrum dan saya menangis," kata Gibran kepada TribunSolo.com, Selasa (24/11/2020).

Baca juga: Ini Sosok Wayang yang Diidolakan Gibran si Dalang Cilik Asal Karanganyar : Punya Sifat Kesatria

Baca juga: Wujudkan Kota Budaya, Pemkot Gelar Festival Dalang Cilik di Balai Kota Solo

Walaupun ada peristiwa tidak menyenangkan saat tampil di atas panggung, Gibran tetap bercita-cita menjadi dalang profesional ketika dewasa nanti.

"Cita-cita saya menjadi dalang santri, yang mendakwahkan Islam sambil bermain wayang," ujarnya.

Putra dari Agus Setyawan dan Fitri Handayani tersebut sudah lebih 100 kali menghadiri pementasan di usianya baru 9 tahun. 

"Dari yang tingkat desa hingga nasional sudah semua, dari panggung sampai layar kaca juga sama," kata Agus. 

Dalam pementasan, Agus tidak pernah mematok tarif bagi penampilan anaknya. 

"Anak kalau pentas itu masih sesuai mood, belum bisa profesional jadi kalau ada yang mengundang tidak saya patok tarif mahal," jelasnya. 

Sebagai orang tua, Agus dan istrinya tidak pernah memaksa Gibran ketika menjadi dalang, hanya mengarahkan dan membimbing agar lebih baik kedepannya. 

"Saya ini jarang kalau mengajari, lebih sering menjadi teman diskusi dan debat yang bermanfaat," ujarnya.

Sabet Ranking 1 di Kelas

Seblumnya, tidak ada yang menyangka Gibran akan banyak menggondol prestasi dari keputusannya terjun ke dunia pewayangan pada usia belia.

Putra pasangan Agus Setyawan dan Fitri Handayani itu mulai menekuni dunia pewayangan sebagai dalang sejak umur 5 tahun.

Agus mengungkapkan kecintaan Gibran terhadap dunia perwayangan datang dari hatinya sendiri.

"Dari keluarga tidak ada yang memiliki bakat atau ketertarikan terhadap wayang apalagi menjadi dalang, terakhir itu dulu simbah buyutnya yang sudah meninggal lama," ungkapnya kepada TribunSolo.com, Selasa (24/11/2020). 

Bakat Gibran sebagai dalang, sambung Agus, mulai terasah saat duduk di bangku taman kanak-kanak. 

Keputusannya menekuni seni pendalangan mendapat dukungan dari kedua orangtuanya.

Dukungan itu diwujudkan dengan memasukkan Gibran ke sanggar seni pewayangan ‘Sarotama’.

Baca juga: Gibran Dalang Cilik : Kenal Wayang dari Video Nikah Orang Tua, Langsung Nangis Bila Selesai Diputar

Baca juga: Dalang Kondang Ki Manteb Sudarsono: Pancasila Tidak Hanya Sekedar Tulisan, Tetapi Juga Laku Hidup

Di sanggar tersebut Gibran mulai bertemu dengan dalang-dalang profesional dan teman-teman yang memiliki kecintaan yang sama dengannya. 

"Dari sanggar Sarotama, Gibran mulai naik panggung dan dikenal oleh masyarakat sebagai dalang cilik," ujarnya.

Prestasi demi prestasi mampu Gibran raih. 

Di usianya yang saat ini baru menginjak 9 tahun, Gibran sudah naik panggung menjadi dalang lebih dari 100 kali pertunjukan. 

"Udah sering, dari yang undangan hingga perlombaan," terangnya. 

Meski terkadang harus menjadi dalang hingga larut malam, Gibran tidak pernah melupakan pelajarannya di sekolah. 

"Walau pentas dimana-mana tapi rankingnya nomor satu terus," ujarnya.

Awal Kenal Wayang

Sebelumnya, Gibran memiliki kecintaan terhadap dunia perwayangan di usianya yang masih belia. 

Anak kelahiran Karanganyar, 10 Juni 2011 itu kini begitu wasis memainkan peran para tokoh wayang sebagai seorang dalang. 

Gibran, sapaan akrabnya, mulai belajar menjadi dalang sejak usianya masih 5 tahun.

"Gibran sudah suka wayang waktu masih umur satu tahun," kata ayah Gibran, Agus Setyawan kepada TribunSolo.com, Selasa (24/11/2020).

Baca juga: Ki Seno Nugroho Meninggal Dunia, Dikenal sebagai Dalang yang Bikin Anak Muda Gemar Nonton Wayang

Baca juga: 15 Dalang Cilik Meriahkan Hari Dalang Nasional di Alun-alun Sukoharjo, Didoakan Jadi Dalang Terkenal

Kesukaan Gibran tersebut bermula saat Agus mengajaknya untuk menonton video pernikahan ayah dan ibunya.

Dalam salah satu video, ada penampilan pewayangan yang membuat Gibran takjub dan menangis apabila video itu selesai. 

"Kalau videonya selesai dia langsung menangis, sejak saat itu saya tahu besarnya kecintaan Gibran kepada wayang," ujar Agus. 

Agus mengungkapkan dirinya kini selalu mendokumentasikan penampilan Gibran.

Dokumentasi itu bisa disaksikan di Youtube dan Instagram.

"Saya melakukan dokumentasi, supaya kelak Gibran dewasa dia tidak kehilangan memori indah kecilnya," ungkapnya. 

Baca juga: Cerita Dalang Cilik Sukoharjo, Terinspirasi dari Ayah hingga Kini Mahir Bawakan Cerita Pewayangan

Baca juga: Festival Dalang Cilik di Balai Kota Solo Diharapkan Bisa Memotivasi Anak-anak Mencintai Kesenian

Adapun prestasi Gibran selama lima tahun aktif menjadi dalang antara lain :

Juara 1 Dalang Cilik Karanganyar 2018

Juara 1 Dalang Cilik Se Soloraya 2019

Juara 3 Nasional Hari Wayang Dunia yang diadakan ISI Surakarta. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved