Breaking News:

Proyek Tol Solo Jogja

Ada Lahan Warga yang Tergilas Tol Solo-Jogja Hanya Satu Meter Persegi, Darusalam : Akan Saya Tabung

Ada kisah menarik di tengah proses pembebasan lahan proyek Tol Trans Jawa yakni ruas Tol Solo-Jogja.

TribunSolo.com/Adi Surya
ILUSTRASI : Kawasan exit tol Ngasem di Tol Solo-Ngawi yang akan terhubung dengan Tol Solo-Jogja di Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar berbatasan dengan Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Boyolali, Minggu (1/11/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Ada kisah menarik di tengah proses pembebasan lahan proyek Tol Trans Jawa yakni ruas Tol Solo-Jogja.

Biasanya lahan milik warga yang terdampak bisa mencapai puluhan hingga ribuan meter persegi per orang, tetapi tidak bagi Darusalam (62). 

Lahan milik warga Dukuh Purwogondo RT 001 RW 011, Desa Sidoharjo, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten itu hanya terdampak atau tergilas satu meter persegi saja.

Uniknya, di antara ratusan orang yang lahannya terdampak, dia yang paling kecil sendiri.

Tongkat Kuning Penanda Lokasi Proyek Tol Solo-Jogja terpasang di area persawahan, di Desa Kahuman, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Sekasa (24/11/2020)
Tongkat Kuning Penanda Lokasi Proyek Tol Solo-Jogja terpasang di area persawahan, di Desa Kahuman, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Sekasa (24/11/2020) (TribunSolo.com/ Mardon Widiyanto)

Meski tanahnya yang miliki hanya terdampak satu meter, Darusalam mengaku ikhlas dan mendukung pembangunan proyek tol yang melintasi halaman samping rumahnya.

Baca juga: Uang Ganti Rugi Proyek Tol Solo – Jogja Desa Kahuman Digelontorkan : Paling Tinggi Rp 1,5 Miliar

Baca juga: Harga Tanah Terdampak Tol Solo – Jogja Cuma Rp 600 Ribu per Meter, Warga Desa Kahuman Klaten Kecewa

"Iya, tanah saya kena hanya satu meter, saya sudah diberitahu oleh pemerintah desa beberapa waktu lalu," jelasnya kepada TribunSolo.com, Rabu (25/11/2020).

"Katanya dari pantauan satelit pekarangan rumah saya kena tol," ujarnya menekankan. 

Oleh karena itu, dirinya tetap memastikan masih bisa tinggal di rumah meski nantinya akan berdampingan dengan Tol Solo-Jogja.

"Itu kan tanah saya kena patok merah atau sayap jalan, jadi saya masih bisa tinggal, meski nanti akan mendengar mobil lalu-lalang setiap waktu," paparnya.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved