Dalam 3 Bulan, KFC Indonesia Sebut Merugi Rp 283,2 miliar, Ini Besaran Omsetnya
PT Fast Food Indonesia Tbk mencatatkan rugi Rp 283,2 miliar hingga 30 September 2020. Padahal pada periode yang sama tahun lalu, KFC untung Rp 124,4 m
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, ekonomi di negara yang tergabung dalam G20 sudah mengalami pembalikan, termasuk Indonesia.
Namun, mantan Direktur Pelaksana Bank dunia itu mengaku, pembalikan masih sangat rapuh, dan jauh dari titik normal.
"Meskipun pada kuartal ketiga banyak perekonomian di negara G20 sudah menunjukkan adanya pembalikan, namun itu masih sangat awal dan masih sangat rapuh," kata Sri Mulyani dalam konferensi virtual usai pelaksanaan KTT G20, Minggu (22/11/2020).
Baca juga: Fakta Dibalik Pesta Pernikahan Anak Pejabat di Limapuluh Kota Dibubarkan Polisi, Sudah Diperingatkan
Baca juga: Mendikbud Nadiem Makarim soal Belajar Tatap Muka Januari 2021: Kewenangan Pemerintah Daerah
Baca juga: Satgas Covid-19 : Tolong, Jangan Kecewakan Kerja Keras Tenaga Medis Selama Ini
Baca juga: Daftar UMK 2021 di 35 Kota/Kabupaten di Jawa Tengah: Kota Semarang Tertinggi, Terendah Banjarnegara
Oleh karena itu, semua negara perlu melangkah bersama untuk menangani Covid-19 dan mengendalikan perekonomian.
Kebijakan-kebijakan yang mendukung pemulihan ekonomi harus terus dilakukan.
Kebijakan tidak bisa ditarik atau dihentikan terlalu dini.
"Artinya kebijakan fiskal, moneter, dan regulasi sektor keuangan harus tetap dijalankan sampai ekonomi betul-betul pulih secara kuat," ucap wanita yang akrab disapa Ani ini.
Lebih lanjut Ani mengungkap, KTT juga membahas mengenai pembiayaan vaksin Covid-19 dan bagaimana caranya agar negara berkembang turut mendapat akses vaksin.
Untuk mendapat akses vaksin, maka peranan lembaga-lembaga multilateral menjadi kunci.
Mereka harus memberikan dukungan pendanaan bagi negara-negara berkembang atau negara miskin untuk mendapatkan vaksin.
"Akses vaksin ini penting karena tidak akan ada pemulihan ekonomi di seluruh dunia sampai seluruh negara mendapatkan akses vaksin tersebut," pungkas Ani.
Vaksin untuk Pertumbuhan Ekonomi
Perekonomian nasional tengah babak belur dengan adanya pandemi Covid-19.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pentingnya ketersediaan vaksin Covid-19 bagi seluruh dunia untuk mendorong pemulihan ekonomi.
Sebab, tanpa vaksin Covid-19 ini, pandemi akan terus berlanjut dan menekan perekonomian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/kfc_20160610_093238.jpg)