Dalam 3 Bulan, KFC Indonesia Sebut Merugi Rp 283,2 miliar, Ini Besaran Omsetnya
PT Fast Food Indonesia Tbk mencatatkan rugi Rp 283,2 miliar hingga 30 September 2020. Padahal pada periode yang sama tahun lalu, KFC untung Rp 124,4 m
TRIBUNSOLO.COM - Selama pandemi Covid-19 ini, berbagai sektor usaha mengalami pasang surut.
Hal tersebut juga dialami oleh restoran cepat saji asal Amerika Serikat, KFC.
PT Fast Food Indonesia Tbk mencatatkan rugi Rp 283,2 miliar hingga 30 September 2020.
Padahal pada periode yang sama tahun lalu, KFC untung Rp 124,4 miliar.
Kerugian yang dialami oleh perusahaan pengelola KFC Indonesia itu diakibatkan merosotnya penjualan selama periode Juli hingga September 2020.
Baca juga: Pemkab Karanganyar Siap Potong Libur Cuti Akhir Tahun: Fokus Perkerjaan Jangan Cuma Mikir Liburan
Baca juga: Diduga Korupsi Rp 353 juta, Jaksa Tuntut Eks Lurah Baleharjo 1,5 Tahun Penjara
Baca juga: Imbas Covid-19, Jumlah Peserta Seminar PPMI Dibatasi, Dulu Pernah 1.000 Peserta Kini Cuma 40 Orang
Baca juga: Melanggar SE Wali Kota Padang, Dua Pesta Pernikahan Dibubarkan Petugas
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Minggu (29/11/2020), perusahaan dengan kode emiten FAST itu melaporkan total pendapatan sebesar Rp 3,58 triliun.
Angka tersebut turun signifikan dibanding periode yang sama pada tahun lalu, yakni sebesar Rp 5,01 triliun.
Pendapatan penjualan tersebut utamanya disumbangkan oleh Restaurant Support Center (RSC) Jakarta, yakni sebesar Rp 1,27 triliun.
Dengan adanya penurunan pendapatan, FAST memangkas beban pokok penjualan menjadi Rp 1,45 triliun dari sebelumnya Rp 1,87 triliun.
Kendati demikian, pemangkasan tersebut tak berhasil banyak terhadap penyusuran laba bruto menjadi Rp 2,13 triliun pada kuartal III-2020, dibandingkan Rp 3,14 triliun per September 2019.
Setelah dipangkas pajak dan beban keuangan lainnya, Fast Food Indonesia mencatat rugi komprehensif periode berjalan sebesar Rp 283,2 miliar.
Gunjangan Ekonomi Negara Anggota G20
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada tahun ini digelar secara virtual melalui konferensi video Sabtu (20/11/2020).
Serjumlah negara anggota G20 melakukan pembahasan berbagai sektor, termasuk sektor ekonomi dan permasalahan Covid-19.
Anggota G20 sendiri meliputi Argentina, Australia, Brazil, Kanada, Cina, Uni Eropa, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Turki, Inggris, dan Amerika Serikat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/kfc_20160610_093238.jpg)