Breaking News:

Berita Sragen Terbaru

Mengenal Sistem CMS yang Disiapkan Pemkab Sragen, Bakal Jaga Dana Desa Agar Tidak Dikorupsi

Mulai tahun depan penggunaan dana desa di Kabupaten Sragen bakal dilakukan dengan sistem daring atau online. 

tribunsolo.com/Rahmat Jiwandono
Calon Bupati Sragen, Yuni saat memberikan keterangan kepada wartawan usai acara debat publik pada Kamis (19/11/2020). 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Rahmat Jiwandono

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Mulai tahun depan penggunaan dana desa di Kabupaten Sragen bakal dilakukan dengan sistem daring atau online. 

"Sudah ada sistem namanya Cash Management System (CMS) untuk alokasi dana desa (ADD)," tutur Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Rabu (16/12/2020). 

Politisi dari PDIP itu menegaskan, melalui sistem CMS, belanja ADD tidak bisa lagi dilakukan secara tunai. 

Baca juga: Rival Gibran Bajo Absen Rapat Pleno KPU: Bagyo Bikin Pelatihan Kerja, Suparjo Kembali Jadi Guru Las

Baca juga: Foto Tertawa di KTP-nya Viral di Media Sosial, Nadila: Mau Minta Ganti Justru Dimarahi Petugas

"Semua belanja ADD dilakukan non tunai," jelasnya. 

Menurutnya, CMS dibuat untuk memagari ADD supaya tidak dikorupsi. 

"Salah satu upaya kami untuk mencegah praktik korupsi," kata dia. 

Harapannya, adanya CMS para kepala desa (kades) bisa memanfaatkan dana desa dengan baik dan benar. 

Selain itu, Yuni menyatakan bahwa sistem keuangan desa (Siskudes) sudah siap. 

Dengan demikian, mulai 1 Januari 2021 siskudes siap diterapkan di 196 desa. 

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved