Sherina Munaf Sempat Dikira sudah Hamil, Ternyata Gara-gara Caption yang Ia Tulis
Penyanyi Sherina Munaf membuat warganet salah paham karena caption yang ia tuliskan pada unggahan di Instagram, Selasa (15/12/2020).
Penulis: Noorchasanah A | Editor: Rifatun Nadhiroh
Pernikahan keduanya ini diketahui setelah masing-masing mengunggah video singkat di Instagramnya pada hari yang sama.
Sherina dan Baskara kompak memamerkan cincin pernikahan mereka.
Sehari sebelum pernikahan, ibunda Baskara, Kartika Ayu, menuliskan kalimat manis panjang tentang perjalanannya menjadi seorang ibu dari 3 anak.
Kata-kata manis yang berisi pujian untuk ketiga anaknya, yang selama ini melengkapi hidupnya.
Perempuan yang kini menjadi ibu mertua Sherina ini juga memperlihatkan potret lawas Baskara bersama kedua saudaranya.
Tampak Baskara kecil pada foto hitam putih yang dipajang dalam pigura.
Baca juga: Sherina Munaf Resmi Jadi Istri Baskara Mahendra, Busana Pernikahannya yang Sederhana Tuai Perhatian
Baca juga: Audi Marissa Hamil 9 Minggu seusai 2 Bulan Nikah, Bahagia dan Terharu Dengar Detak Jantung Janinnya
Baca juga: Selamat, Raditya Dika dan Anissa Aziza Dikaruniai Anak Kedua, Diberi Nama Aksara Asa Nasution
Baca juga: Hamil 4,5 Bulan, Zaskia Sungkar Ngidam Nasi, Akui Masih Muntah dan Asam Lambung Sering Kambuh
Baca juga: 3 Perbuatan Jerinx yang Memberatkan Vonis Jaksa : Salah Satunya Tidak Menyesali Perbuatan
Begini unggahan sang ibu:
Karena ketiganya
membuat duniaku berjalan,
tak sempurna tapi saling melengkapi,.
berputar bersama dalam memaknai
ketidaksempurnaan itu dlm ruang cintaNya.
Pada ke tiganya,
seorang perempuan merundukkan
hati,perasaan,ego dan harga dirinya
agar mereka bisa melangkah
sebagai dirinya sendirinya.
Pada bulan,bintang dan mataharinya,
seorang wanita menemukan keseimbangan dalam dirinya dan menyatukan arti kata ibu dalam setiap nafas dan langkahnya mendampingi anak2nya...
Melepaskan dunia dari genggamannya
menerbangkan mimpinya jauh2 karena
menggenggam erat tangan anaknya
bukanlah lagi sebuah pilihan
tapi sebuah ikatan rasa tanggung jawab.
Dan, saat si Ibu terguncang hebat,
ketiganya berbuat tanpa berkata,
menjadi terbaik tanpa mengeluhkan
semua kenyamanan yg dicabut paksa.
Tetap tertawa dan tersenyum lebar,
di sekitar si Ibu yg tertatih2
mencoba berjalan membuka pintu2 rezeki,
tak pernah meminta apapun
yang memberatkan langkah kaki ibunya
Mendengar setiap kalimat negatif
dan penghakiman untuk ibunya
dari orang yg mereka harus hormati
dengan sikap yg luar biasa..
Aah darimanakah
ketegaran dan kesabaran seorang Ibu
jika bukan dari anak anaknya,
bahkan sejak dari mereka di dalam perut
dan proses melahirkan bukan....?
She was not born strong,
she was made strong.
She was sclupted to be her own hero
when the world let her down
and she kept picking herself back up
In the end,
You have to be your own hero
Energi keikhlasan seorang mahluk yg bernamakan Ibu itu bukan terletak
pada harta dan kenyamanan duniawi
tapi bersemanyam pada Doa Ibu,
yang sesungguhnya adalah jalan tersingkat untuk mencapai kebahagiaan anak-anaknya
di dunia dan akhirat.
Sudah mendoakan anak2 kitakah,Ibu?
(bunda,nani dan ibuknya
3 anak2 yang sekarang tak sekecil ini lagi)
(*)