Penanganan Covid

Zona Merah Covid-19 Meningkat Jadi 64 Daerah, Satgas Minta Pemda Jangan Lengah

Wiku meminta semua daerah menyikapi secara serius perkembangan peta zonasi risiko dari minggu ke minggu.

Editor: Hanang Yuwono
Surya/Ahmad Zaimul Haq
Ilustrasi 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengungkapkan kasus Covid-19 di Indonesia belakangan.

Ia mengatakan perkembangan peta zonasi risiko pekan ini belum menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Oleh karena itu, Wiku meminta semua daerah menyikapi secara serius perkembangan peta zonasi risiko dari minggu ke minggu.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Sebaiknya Diberikan kepada Orang Sehat, Apa Alasannya?

Baca juga: Imbas 11 Pedagang Pernah Kena Covid-19, Kini Lapak di Pasar Gede Solo Disekat Plastik, Ini Potretnya

Pada perkembangan Minggu ini, Wiku menyayangkan karena jumlah daerah yang masuk zona merah atau risiko tinggi meningkat menjadi 64 dari pekan sebelumnya sebanyak 47 kabupaten/kota.

Hal itu disampaikan Wiku saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 melalui disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (15/12/2020).

"Ini tentunya harus disikapi secara serius. Ingat, zona risiko sedang bukan zona aman, sedikit lengah maka kabupaten/kota dapat berpindah ke zona yang lebih tinggi dan lebih berbahaya," ungkap Wiku.

Perkembangan peta zonasi risiko minggu ini pun terlihat sama seperti tren yang terjadi sebelumnya, mayoritas kabupaten/kota masih merasa nyaman untuk berada di risiko sedang atau zona oranye.

Jumlah daerah yang masuk zona oranye pekan ini jumlahnya pun meningkat menjadi 380 dari 371 kabupaten/kota pada pekan lalu.

Lalu pada zona kuning atau risiko rendah jumlah menurun menjadi 59 dari 84 kabupaten/kota pada pekan sebelumnya.

Pada zona hijau tidak ada kasus baru meningkat menjadi 7 dari 6 kabupaten/kota pekan sebelumnya.

Dan zona hijau tidak terdampak pun menurun jumlahnya menjadi 4 dari 6 kabupaten/kota pekan sebelumnya.

Wiku menyatakan, berdasarkan pemetaan pada zona risiko ini, dapat dilihat mayoritas kabupaten/kota di Indonesia berada di risiko sedang.

Sedikit saja lengah, ia khawatir daerah-daerah tersebut dapat berpindah ke zona merah.

Untuk mencegah hal itu, Wiku meminta upaya 3T yaitu testing (pemeriksaan), tracing (pelacakan) dan treatment (perawatan) terus dimasifkan.

Penegakan disiplin protokol kesehatan di tengah-tengah masyarakat pun perlu lebih digencarkan agar masyarakat menjadi disiplin dan patuh terhadap protokol kesehatan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved