Info Kecantikan
6 Tanda Penuaan Dini yang Perlu Diwaspadai: Kulit Kering hingga Rambut Rontok
Penuaan bisa terjadi lebih awal akibat pola hidup yang tidak sehat. Tanda-tandanya seperti kulit kering, rambut rontok dan fisik lemah.
Penulis: Reza Dwi Wijayanti | Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
TRIBUNSOLO.COM - Para penelitian percaya bahwa jika tingkat usia sebagian orang tergantung pada faktor eksternal dan bukan genetika.
Selain itu, penelitian terbaru menyebut jika beberapa orang menua tiga kali lebih cepat. Karena usia biologis seseorang berpengaruh besar pada penampilan mereka, itulah sebabnya orang pada usia yang sama bisa terlihat lebih muda atau lebih tua dari yang sebenarnya.
Melansir dari Brightside, tanda-tanda penuaan biasanya muncul setelah usia 25 tahun.
Apa saja tanda-tandanya?
1. Kulit kering
Perubahan kulit yang berkaitan dengan usia memang harus diperhatikan, karena kulit kering menandakan kurang nutrisi dan menjadi tanda penuaan dini.
Jika kulit Anda terus-menerus kering dengan pengelupasan yang terlihat, bintik pigmentasi, dan kerutan, masalah ini kemungkinan terkait dengan masalah pada sistem endokrin.
Selain itu, masalah lainnya seperti hormonal juga berpengaruh akibat gaya hidup yang tidak sehat. Abai dengan penggunaan tabir surya juga bisa membuat kulit rusak.
Baca juga: Benarkah Es Batu Bisa Menghilangkan Jerawat? Begini Penjelasan Ahli Kesehatan
Baca juga: Cara Ampuh Atasi Jerawat Membandel di Hidung, Kompres Es Batu hingga Pakai Cuka Apel
Cara mengatasinya yakni perhatikan pola makan seimbang dengan mengonsumsi sayuran hijau, makanan kaya lemak, dan lainnya.
2. Cekungan sulkus superior
Kulit tipis yang berada di sekitar area mata rentan terhadap pengaruh negatif berbagai macam faktor eksternal dan internal yang berbahaya, seperti kelelahan, kurang tidur, stres, dan sinar UV. Karena itulah tanda-tanda awal penuaan sering muncul di area ini.
Sebutan lainnya adalah kantung mata dan akan terlihat lebih tua. Karena kerja konstan otot di sekitar mata menyebabkan hilangnya elastisitas kulit dengan cepat.
Cara mengatasinya dengan tidur cukup, hindari makanan asin, minum lebih banyak air, dan jangan lupa untuk merawat kulit di sekitar mata setiap hari.
Siklus menstruasi yang tidak teratur merupakan tanda menopouse. Namun, ini dianggap normal jika seorang wanita mulai menopause pada usia 46-54 tahun.
Ketika ini terjadi sebelum usia 40-an maka bisa menjadi tanda penuaan dini.
Sebaiknya segera kunjungi dokter secara rutin dan obati peradangan pada organ dalam, dan jangan mengabaikan asupan vitamin. Ketika melihat tanda penuaan pertama lebih baik berkonsultasi dengan dokter.
4. Fisik lemah
Jika Anda merasa mudah lelah ketika melakukan aktivitas sehari-hari, itu bisa terjadi bukan hanya karena Anda tidak fit dan lalai berolahraga secara teratur, tetapi juga bisa menjadi tanda penuaan.
Namun, ketika ini terjadi di usia 40-an adalah proses alami yang dapat diperlambat dengan berolahraga secara teratur dan dapat dipercepat dengan mengabaikan aktivitas fisik.
Sebaiknya lakukan aktivitas yang Anda sukai tanpa memaksakan. Misalnya dengan yoga, meditasi, jalan kaki dan sepeda.
5. Rambut rontok
Rambut rontok adalah hal yang normal bagi semua orang. Namun, ketika Anda mengalami kerontokan berlebih hingga rambut tampak tipis sebaiknya segera konsultasi pada dokter.
Kebanyakn kasus tanda-tanda kebotakan dini muncul karena masalah hormonal. Dengan penuaan yang cepat, rambut rontok yang nyata juga dapat diamati di bagian tubuh lain.
Usahakan makanan dengan produk yang kaya asam lemak omega-3, dan lindungi rambut Anda dari sinar matahari.
6. Gangguan tidur
Gangguan tidur sering terjadi pada beberapa orang. Padahal ini berkaitan dengan penuaan. Karena orang yang berusia lebih dari 60 tahun mungkin mengalami beberapa perubahan fisiologis umum terkait siklus tidurnya.
Bagi mereka yang mengalami kesulitan tidur di malam hari akan bangun lebih awal karena terjadi peningkatan tingkat kortisol terkait usia, yang dapat menyebabkan perasaan cemas saat tidur.
Manfaat Tidur Lebih Awal
Hasil tidur maksimal
Tidur terbagi menjadi 90 menit siklus berat dan ringan. Mulai dari pergerakan mata yang lambat hingga cepat.
Selain itu, bagian terdalam tidur yang paling nyenyak adalah antara jam 10 malam dan jam 2 pagi. Artinya, agar dapat beristirahat sepenuhnya, Anda harus mulai tidur di awal siklus.
Di sisi lain, tidur lebih awal bisa membantu
kita menghentikan pikiran negatif dan mengkhawatirkan sesuatu yang belum terjadi. Tentunya ini akan menghindarkan Anda dari stres.
Jadi tidak ada salahnyakan jika Anda tidur pada pukul 10 malam.
Tubuh kembali ke bentuk semula
Ketika kita berada dalam siklus tidur nyenyak, tubuh kita menyembuhkan dirinya sendiri dengan memproduksi hormon pertumbuhan dan perbaikan.
Kondisi ini memastikan kita dalam kondisi terbaik keesokan harinya, terutama jika membicarakan orang-orang yang bertubuh atletis. Pastinya ini sangat menguntungkan bukan.
Tidak ada salahnya tidur lebih cepat jika banyak manfaat yang bisa kita dapat.
Mengurangi stres
Kurang tidur bisa menyebabkan kadar hormon stres kortisol yang sangat tinggi dalam tubuh Anda. Kondisi ini bisa membuat Anda merasa cemas. Bahkan bisa mempengaruhi kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Namun, ketika Anda mulai tidur lebih awal, Anda bisa mendapatkan periode tidur nyenyak yang lebih lama yang sebenarnya dapat mengontrol kadar kortisol Anda.
Mungkin Anda juga akan merasa lega di siang hari karena tak banyak pikiran yang mengganggu, bisa jadi karena Anda istirahat dengan benar dan cukup di malam hari.
Mengurangi risiko sakit
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidur lebih awal lebih sehat dibandingkan dengan mereka yang bekerja sampai malam hari.
Karena orang yang tidak tidur nyenyak memiliki peluang lebih tinggi untuk hidup dengan penyakit seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan hipertensi.
Seperti kita ketahui, fase nyenyak tidur itu pukul 10 malam dan 2 pagi. Sehingga sangat penting untuk menjaga sel-sel kekebalan. Orang yang tidak tidur nyenyak memiliki respons antibodi yang lebih rendah, intinya mereka bisa lebih mudah sakit.
Mengontrol emosi
Berdasarkan penelitian, orang yang tidur cukup biasanya hidupnya lebih bahagia. Karena ketika tidak cukup tidur nyenyak emosi kita bisa menjadi lebih tidak stabil karena kita merasa lebih sulit untuk mengendalikannya.
Selain itu, tidur lebih awal bisa membuat Anda bangun lebih awal. Karena tubuh sudah mendapatkan energinya kembali dengan baik.
Memahami emosi orang lain
Penelitian menunjukkan jika orang yang melewatkan tidur malam yang nyenyak bisa membuatnya kesulitan dalam membaca kebahagiaan dan kesedihan orang lain.
Bahkan, tanda-tanda emosi yang lebih halus terlewatkan, yang berarti hampir tidak mungkin untuk menangkap isyarat-isyarat ini untuk mengetahui apakah seseorang itu tulus atau tidak.
Namun, emosi lain seperti marah dan takut masih bisa dibaca. Mungkin karena kita lebih mudah memahami dan merasakan bahaya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/wajah-mengalami-penuaan-dini_20160614_103151.jpg)