5 Tips Aman Berkendara Jarak Jauh di Malam Hari, Jaga Kecepatan Kendaraan Anda
Perjalanan jauh menggunakan kendaraan pribadi pun menjadi pilihan mengingat masih di tengah pandemi Covid-19.
Penulis: Naufal Hanif Putra Aji | Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
TRIBUNSOLO.COM - Libur natal dan tahun baru dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk berkunjung ke sanak saudara.
Perjalanan jauh menggunakan kendaraan pribadi pun menjadi pilihan mengingat masih di tengah pandemi Covid-19.
Baca juga: Sering Dilakukan, Ini Kesalahan Penggunaan Motor Kopling, Bisa Bikin Kecelakaan & Motor Cepat Rusak
Bagi sebagian orang mengendarai mobil di malam hari menjadi sebuah opsi pilihan, karena bisa menghindari keramaian jalan dan panasnya jalanan.
Namun dalam melakukannya Anda harus mempersiapkan diri sebelum memulai perjalanan malam hari agar aman sampai tujuan.
Dilansir dari Kompas.com dan Grid.Oto, berikut tips aman mengemudi di malam hari.
1. Istirahat secara berkala
Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia ( SDCI), mengatakan
Sony mengatakan, saat mengemudi di malam hari disarankan untuk sering-sering beristirahat.
Lama berkendara maksimal hanya 2 jam, setelah itu pengemudi sebaiknya mengambil waktu untuk beristirahat.
“Mengesampingkan hal tersebut dapat menyebabkan ngantuk, bukaan mata pengemudi hanya sedikit dan sebagian hidupnya sudah di bawah alam sadar,” katanya.
2. Jaga kecepatan kendaraan
Saat berkendara di malam hari, pengemudi sebaiknya tetap menjaga kecepatan kendaraannya.
Jangan sampai berkendara dengan ugal-ugalan karena kondisi jalanan yang lengang.
Menurut Sony, gaya mengemudi yang reaktif berpotensi kecelakaan karena semakin cepat kendaraan bergerak semakin kecil sudut pandang atau visibilitas.
“Malam hari visibilitasnya terbatas, blindspot akibat kontur jalan, sudut tikungan banyak dan pengemudi selalu mengandalkan arah jalannya dari sinar lampu kend dr arah depan, ini berbahaya,” ucapnya.
Sony menambahkan, pengemudi tidak boleh mengemudi dengan asumsi seperti itu.
Selain itu, sebaiknya saat berkendara di malam hari hindarkan mata dari sorot lampu kendaraan dari arah depan.
“posisikan kendaraan di lajur kiri dan palingkan mata ke marka jalan sebelah kiri,” tuturnya.
Baca juga: Kasus Kecelakaan Viral di Klaten Diselidiki, Polisi Sebut Truk Ngeblong, Kini Sopirnya Diamankan
3. Atur cahaya panel instrumen
Cahaya dari panel instrumen yang terlalu menyilaukan dapat mengganggu visibilitas mengemudi di malam hari.
Selain itu, cahaya panel instrumen yang sialau dapat memantul ke kaca samping bagian driver sehingga pengemudi terganggu untuk melihat ke kaca spion dan arah sebelah kanan.
4. Atur posisi spion
Atur kembali spion luar untuk meminimalkan blind spot dan pantulan sinar kendaraan di belakang mobil Anda.
Atur juga posisi spion dalam ke night view atau pandangan malam agar pantulan sinar kendaraan yang masuk ke spion dalam tidak menyilaukan.
5. Cek kondisi karet wiper
Hal ini juga sama seperti membersihkan kaca namun akan berdampak jika hujan turun dengan konsisi karert wiper yang sudah rusak.
Karet wiper yang sudah payah dan tidak bisa menyapu dengan bersih dapat mengurangi jarak pandang mengemudi di malam hari. cahaya yang masuk akan pecah dan mengganggu visibilitas.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/mengemudi-saat-gelap.jpg)