Breaking News:

Isi Surat Pria di Semarang yang Gantung Diri di Warung: Merasa Tak Diterima di Keluarganya

Seorang pria di Semarang pilih mengakhiri hidupnya dan sempat meninggalkan secarik pesan yang ditunjukkan untuk anak laki-lakinya.

Editor: Reza Dwi Wijayanti
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi gantung diri. 

TRIBUNSOLO.COM - Sebelum mengakhiri hidupnya, seorang pria bernama Mbah Ramijo (68) sempat meninggalkan secarik kertas berisi pesan tulisan yang ditujukan kepada anaknya. 

Hal ini diungkapkan Kapolsek Semarang Timur Iptu Budi Antoro. 

"Ya ada secarik kertas yang ditunjukan ke anaknya dan alasan dia mengakhiri hidup," katanya kepada Tribunjateng.com, Sabtu (2/2/2021).

Menurutnya, isi surat tersebut cukup pendek. 

Baca juga: Demi Kuasai Motor dan Uang, Seorang Remaja 15 Tahun Nekat Tusuk dan Bunuh Tetangganya

Baca juga: Isi Surat Pria Bertato yang Bunuh Diri di Asahan : Bacakan Yasin Agar Nyawaku Tak Penasaran

Baca juga: Saksi Pria Diduga Bunuh Diri di Jembatan Jurug Solo : Motor Ditinggal, Kontak Masih Menggantung

Hanya memberikan ucapan selamat tinggal kepada anak laki-lakinya.

Korban merasa lebih baik mengakhiri hidup karena merasa tak diterima di keluarganya sehingga terpaksa hidup menumpang. 

Intinya, ada persoalan keluarga namun tak dijelaskan detail di surat tersebut. 

"Tulisan wasiat itu ditutup dengan kalimat selamat tinggal untuk anaknya dan tanda tangan korban," bebernya. 

Diberitakan sebelumnya, Ramijo (68) ditemukan gantung diri di sebuah kios warung di Jalan Rejosari 1 RT 1 RW 10 Kelurahan Rejosari, Semarang Timur Kota Semarang, Sabtu (2/1/2021) pukul 06.30 WIB. 

Korban pertama kali ditemukan oleh pemilik warung saat hendak membuka warungnya. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved