Berita solo Terbaru

Berharap Tak Ekstrim, PHRI Solo Tak Ingin Ada PHK saat Penerapan PSBM Jawa Bali

PHRI Solo ikut berkomentar tentang penetapan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM)  yang dilontarkan pemerintah saat ini.

Penulis: Ilham Oktafian | Editor: Ryantono Puji Santoso
Dok The Alana Hotel Solo
Ilustrasi: Aksi kampanye hotel di Solo yang membuat sinyal bertuliskan 'LOVE' menggunakan lampu kamar, Jumat (3/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ilham Oktafian

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - PHRI Solo ikut berkomentar tentang penetapan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM)  yang dilontarkan pemerintah saat ini.

Humas PHRI Solo, Sistho A Srestho berharap tak terjadi PSBM yang ekstrim

"Kami berharap tidak sampai ke arah situ," katanya Rabu (6/1/2021).

Baca juga: Reaksi Wakil Bupati Sragen Soal Pembatasan Sosial Berskala Mikro Jawa Bali: Ikut Kebijakan Pusat

Baca juga: Pemerintah Terapkan Pembatasan Sosial di Jawa-Bali, Ojol: Mohon Tetap Diizinkan Angkut Penumpang

Sistho tak mau jika PSBM diterapkan secara ekstrem bakal menimbulkan masalah baru yang lebih serius.

Mengingat mau tak mau dunia perhotelan di Solo harus mengencangkan ikat pinggang jika sewaktu-waktu kedatangan wisatawan menjadi amat minim.

"Jika kondisinya semakin memburuk dan semua hal sudah kita lakukan dan penghematan tidak membantu mungkin kita akan ke arah pemutusan hubungan kerja (PHK)," paparnya.

"Itu opsi paling terakhir. Dan kita tidak berharap seperti itu," pungkasnya.

Diketahui sebelumnya jika pemerintah mewacanakan PSBM di Jawa dan Bali mengingat angka covid-19 belum surut.

Di Jawa Tengah sendiri, Solo Raya bakal menjadi salah satu wilayah yang ikut diterapkan.

"Kita berharap hanya sampai tanggal 25 Januari 2021 saja, semoga keadaanya lekas membaik dan tidak diperpanjang," harap Sistho. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved