Berita Solo Terbaru

Tahap Awal Vaksinasi Covid-19 Sasar Nakes, Ikatan Dokter Solo : Keputusan Pribadi Masing-masing

Meski begitu, IDI Solo tetap menyerahkan sepenuhnya keputusan keikutsertaan vaksinasi ke masing - masing individu nakes.

Tayang:
Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Muchlis Jr - Biro Pers Setpres
ILUSTRASI : Sebanyak 1,8 juta vaksin Covid-19 dari perusahaan Sinovac, tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Provinsi Banten, Kamis (31/12/2020). Kedatangan vaksin ini merupakan yang kedua kalinya setelah sebelumnya 1,2 juta vaksin Sinovac tiba pada 6 Desember 2020 lalu 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Para tenaga kesehatan (nakes), termasuk dokter menjadi sasaran vaksinasi Covid-19 tahap awal yang rencana dilakukan 14 Januari 2021.

Vaksinasi menggunakan vaksin Sinovac tersebut mendapat dukungan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Sebab, intensitas para nakes bertemu dengan para pasien terkonfirmasi positif Covid-19 tiap hari.

Itu membuat mereka rentan terpapar virus SARS-CoV-19.

Baca juga: Menkes Budi Sebut Efek Samping Vaksin Covid-19 Sinovac Pegal-pegal dan Demam

Baca juga: Beda dengan Jokowi, Ma’ruf Amin Tak Disuntik Vaksin Covid-19 Tahap Pertama, Ini Alasannya

"Kami mendukung arahan pengurus besar IDI dan Kementerian Kesehatan (terkait vaksinasi)," kata Ketua IDI Cabang Kota Solo, Adji Suwandono, Selasa (5/1/2021).

Meski begitu, IDI Solo tetap menyerahkan sepenuhnya keputusan keikutsertaan vaksinasi ke masing - masing individu nakes.

Individu nakes sendirilah yang memahami kondisi dan riwayat kesehatan tubuhnya.

"(Diserahkan) ke masing-masing. Saya sampaikan ke teman-teman anggota, yang tahu kondisi masing-masing adalah yang bersangkutan," tutur Adji.

Terlebih, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengatur seseorang yang bisa menerima vaksin Sinovac.

Itu tertuang dalam SK Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Covid-19.

Misalnya, orang yang memiliki riwayat penyakit atau komorbid tertentu tidak bisa menerima vaksin diantaranya jantung, autoimun, saluran pencernana kronis, dan hipertiroid.

"Itu termasuk bidan dan dokter tetap diekslusikan. Tidak masuk mendapatkan vaksin di tahap awal," ucap Adji.

Baca juga: Tahap Awal Vaksinasi di Klaten, Sasar 6.779 Tenaga Kesehatan : Mereka Paling Rawan Terpapar Covid-19

Baca juga: Daftar Provinsi di Indonesia yang Sudah Terima Vaksin Covid-19, Lengkap Rincian Jumlah Dosisnya

Para tenaga kesehatan yang divaksinasi, sambung Adji, akan mendapat SMS blast dari Kementerian Kesehatan.

Mereka kemudian diminta memilih lokasi dan waktu vaksinasi Covid-19.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved