Abu Bakar Baasyir Bebas
Respon Jubir Ponpes Ngruki Soal Pencopotan Spanduk Penyambutan Jelang Kedatangan Abu Bakar Ba'asyir
Pencopotan spanduk penyambutan Abu Bakar Ba'asyir oleh Satpol PP Sukoharjo disayangkan pihak Ponpes Al Mukmin Ngruki.
Penulis: Ryantono Puji Santoso | Editor: Adi Surya Samodra
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pencopotan spanduk penyambutan Abu Bakar Ba'asyir oleh Satpol PP Sukoharjo disayangkan pihak Ponpes Al Mukmin Ngruki.
Pencopotan tersebut dilakukan pada Jumat (8/1/2021).
Jubir Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki Sukoharjo, Endro Sudarsono mengatakan, sebenarnya spanduk tersebut adalah ekspresi dari masyarakat.
Walaupun tidak ada izin atau ilegal harusnya dibiarkan dahulu satu atau dua hari.
Baca juga: Operasi Yustisi Digelar di Ponpes Ngruki, Kendaraan Taktis Dikerahkan, Jubir Ponpes : Warga Takut
Baca juga: Suasana Terkini Ponpes Ngruki Sukoharjo Jelang Kedatangan Abu Bakar Baasyir : Penjagaan Ketat
Baru setelah itu bisa dilakukan pencopotan. Hal itu menurut Endro untuk menjaga perasaan masyarakat yang memasangnya.
"Kita sayangkan adanya pencopotan Spanduk Penyambutan Abu Bakar Ba'asyir, itu ekspresi masyarakat," papar Endro, Jumat (8/1/2021).
Menurut dia, petugas dan Pondok sudah bersinergi untuk tidak ada kerumunan.
Pencopotan Spanduk
Sebelumnya, spanduk ilegal tanpa izin bertuliskan selamat datang Abu Bakar Ba'asyir dicopot, Jumat (8/1/2021).
Camat Grogol, Bagas Windaryatno mengatakan, pagi ini tim gabungan sudah melakukan patroli di sekitar kawasan Ponpes Al Mukmin Ngruki.
Di antaranya di Dukuh Ngruki RT 04 RW 17, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.

Hasilnya ada lima spanduk ilegal yang diturunkan.
"Iya tadi ada lima yang diturunkan, tim dari Satpol dan Polres dan Kodim," papar dia kepada TribunSolo.com.
Spanduk tersebut melintang jalan dan tidak ada izin.