Info Kesehatan
Kesalahpahaman Seputar Obesitas yang Tak Perlu Dipercaya Lagi, Apa Saja?
Obesitas adalah salah satu kondisi yang ditakuti beberapa orang karena bisa mengganggu kesehatan tubuh.
TRIBUNSOLO.COM - Memiliki berat badan berlebih atau sering disebut obesitas adalah kondisi yang kerap ditakuti banyak orang.
Hal ini karena akan membuat tubuh menjadi besar dan terlihat tidak ideal, obesitas juga sering disertai dengan berbagai konsekuensi medis.
Sehinggatak jarang, ketakutan ini menimbulkan berbagai kesalahpaham mengenai kondisi tersebut.
Kesalahpahaman ini menimbulkan banyak stigma sosial bagi orang-orang dengan obesitas.
Walaupun masih banyak hal yang belum diketahui mengenai obesitas, ada beberapa kesalahpahaman yang memperburuk masalah-masalah terkait obesitas.
Baca juga: Benarkah Kurang Tidur Bisa Tingkatkan Peluang Obesitas? Simak Penjelasannya
Baca juga: Kenali Efek Buruk Makan di Tengah Malam Bagi Tubuh, Termasuk Bisa Picu Obesitas hingga GERD
Sebuah penelitian, yang dipublikasikan di Wiley Online Library, menyatakan adanya "hubungan yang lebih kuat antara stigma berat badan dan penurunan kesehatan mental dengan peningkatan indeks massa tubuh."
Berikut ini adalah salah paham yang memperburuk masalah terkait obesitas:
1. Obesitas disebabkan oleh gaya hidup yang buruk
Sebagian besar program menurunkan berat badan menyalahkan pemilihan diet yang salah dan juga kurang olahraga.
Cukup mudah menemukan pernyataan orang dengan obesitas adalah orang malas atau orang kurang motivasi.
Faktanya, obesitas sering bersifat multifaktor atau disebabkan oleh lebih dari satu faktor. Program diet dan kurang olahraga memang berperan meningkatkan berat badan tapi bukan berarti itulah faktor satu-satunya.
Kenyataannya, ada orang-orang yang tidak melakukan olahraga atau aktivitas fisik tapi memiliki berat badan sehat.
2. Menurunkan berat badan adalah satu-satunya solusi obesitas
Menurunkan berat badan melibatkan berbagai varian sistem tubuh manusia yang menyimpan energi.
Tindakan tersebut memang memiliki efek positif, seperti penurunan risiko penyakit jantung. Akan tetapi, program diet ekstrem juga menyebabkan gangguan sistem energi tubuh.
Menurunkan berat badan secara ekstrem dapat menyebabkan masalah kesehatan. Terutama bagi Anda yang berat badannya menurun drastis dalam waktu cepat.
Adanya gangguan tidur, batu empedu, dan komplikasi lain saat menjalankan program diet merupakan sinyal bahwa diet berjalan tidak baik.
Oleh sebab itu, langkah terbaik sebelum menjalankan program diet adalah berkonsultasi dengan dokter atau ahli diet.
Baca juga: Ini 6 Alasan Mengapa Obesitas Bisa Menyebabkan Penyakit Jantung, Termasuk Membebani Kinerja Jantung
3. Menurunkan berat badan hanya soal kalori masuk dan keluar
Saat menjalankan program diet, sangat umum mendengar istilah kalori keluar VS kalori masuk. Istilah ini bertendensi menyederhanakan masalah obesitas.
Kalori memang memiliki peran signifikan bagi obesitas. Ada beberapa kandungan makanan lain, di luar protein, yang menyebabkan perubahan hormon dan meningkatkan berat badan.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan di BioMed Central menyatakan bahwa makan sedikit karbohidrat sambil menambah jumlah lemak dan protein yang dikonsumsi memiliki efek signifikan bagi berkurangnya berat badan daripada mengurangi asupan kalori.
Salah paham soal kalori ini juga membuat banyak orang hanya fokus pada asupan kalori dan tidak memikirkan asupan nutrisi yang lain.
(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "3 Kesalahpahaman Tentang Obesitas yang Tak Perlu Lagi Dipercaya"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/obesitas_20170425_124436.jpg)