Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Wonogiri Terbaru

Kasihan, Nenek di Wonogiri Kena Tipu Petugas Sensus Gadungan, Susah Payah Kumpulkan Tabungan Amblas

Seorang nenek di Wonogiri jadi korban petugas Sensus gadungan. Tabungan yang dikumpulkan bersusah payah, amblas digondol pelaku.

Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Aji Bramastra
Instagram/@repostwonogiri
Tangkap layar postingan di akun @repostwonogiri, memperlihatkan seorang nenek di Wonogiri yang dikuras tabungannya oleh penipu menyaru petugas Sensus gadungan. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Pengalaman mengibakan seorang nenek asal Wonogiri yang menjadi korban hipnotis, viral di akun media sosial.

Satu akun Instagram @repostwonogiri mengunggah kisah nenek malang ini.  

Baca juga: Lima Ibu Rumah Tangga di Maluku Jadi Korban Hipnotis, Polisi Sebut Pelakunya Perempuan

Dalam video yang diunggah, nenek itu diketahui warga warga Dusun Watuagung Desa Sidokarto, Kecamatan Girimarto, Wonogiri

Nenek yang belum diketahui namanya itu menuturkan jika dirinya didatangi seseorang yang mengaku sebagai petugas sensus. 

"Orang itu bilang pintu disuruh buka, mau difoto," kata nenek itu dalam video tersebut. 

Saat nenek tersebut sadar, benda berharga yang ada di dalam rumah seperti uang dan perhiasan sudah raib. 

Dari keterangan yang tertulis di postingan tersebut, pelaku datang seorang diri.

Mereka berhasil membawa kabur uang sebesar Rp 3 juta, serta perhiasan seperti gelang dan kalung. 

Camat Girimarto Rujito, membenarkan peristiwa hipnotis tersebut.

Saat ini korban telah melaporkan ke pihak kepolisian. 

Dari informasi yang diterimanya, peristiwa itu diperkirakan terjadi pada Rabu (13/1/2021) pukul 12.00 WIB.

Awalnya, ada orang asing yang mengaku akan melakukan survei terkait bantuan yang bisa diterima oleh korban. 

"Informasi yang saya dapatkan, pelaku ini juga bilang kalau petugas survei bantuan melakukan pengecekan dan diketahui korban punya uang dan emas nanti tidak jadi dapat bantuan," jelasnya. 

Diduga, saat korban menyimpan harta bendanya, pelaku sudah mengintai.

Jadi menurutnya kasus tersebut bukanlah gendam, tapi semacam kasus penipuan.

"Korban diam dan menurut saja. Polisi sudah olah TKP, kalau saya belum ke sana," ucapnya.

Dirinya mengaku akan melakukan klarifikasi bersama tim TKSK yang kabarnya sudah meluncur ke lokasi kejadian.

Atas kejadian ini, dia meminta kepada masyarakat agar berhati-hati apabila ada tamu orang asing. 

Dan meminta untuk melaporkan ke ketua RT setempat agar ikut memantau kedatangan orang yang tak dikenal. 

"Kita tak ingin kejadian seperti ini terulang kembali di Wonogiri," tandasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved