Berita Karanganyar Terbaru

Pengusaha Puyuh di Karanganyar Menjerit, 1.500 Ekor Mati Mendadak, Telan Kerugian Rp 10 Juta

Sejumlah pengusaha puyuh di Desa Gajahan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar gigit jari.

Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Agil Trisetiawan
TribunSolo.com/ Istimewa
Seseorang melakukan penyemprotan ke kandang puyuh milik Heru di Desa Gajahan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (16/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Sejumlah pengusaha puyuh di Desa Gajahan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar gigit jari.

Pasalnya, puyuh - puyuh peliharaan mereka mati mendadak tanpa sebab yang jelas.

Kondisi tersebut tidak hanya dialami satu peternak saja, tapi ada tiga pengusaha puyuh di Colomadu.

Salah satu pengusaha puyuh, Heru mengatakan sebanyak 1.500 ekor puyuh miliknya mati, Jumat (15/1/2021) pagi.

"Ada sekitar 1.500 ekor puyuh saya yang mati," katanya kepada TribunSolo.com, Sabtu (16/1/2021).

Baca juga: Cerita Wali Santri Ponpes Karanganyar : Info Penjemputan dari Grup WA, Pasca Temuan Kasus Covid-19

Baca juga: Ada Santri Positif Covid-19, 200 Santri di Salah Satu Ponpes di Colomadu Karanganyar Dipulangkan

Baca juga: Kemenag Karanganyar Tetap Buka Pendaftaran Pernikahan saat PSBB, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi

Baca juga: Ada 19 Hajatan di Gondangrejo, Terbanyak Saat PSBB Karanganyar, Camat : Semua Taat Protokol Covid-19

Kejadian kematian ribuan ekor puyuh milik Heru mati bermula dari 2 pengusaha lainnya.

Puyuh-puyuh mereka mati mendadak sekira sepekan yang lalu.

"Awalnya itu dari tempat dua pengusaha lainnya, selang satu minggu baru di tempat saya," tuturnya.

Dua ekor puyuh milik Heru yang awalnya dalam kondisi kurang sehat. Puyuh-puyuh itu nyekukruk (terus mendekam) di dalam kandang.

Kondisi tersebut diketahui istri Heru. Ia kemudian melaporkan ke Heru dan berusaha memanggil tukang sembelih.

"Dua burung itu kemudian mati. Setelahnya baru semua burung puyuh saya mati," ucap Heru.

"Puyuh-puyuh yang mati itu lalu disembelih," tambahnya.

Setelah kejadian itu, Heru kemudian melakukan penyemprotan ke kandang - kandang puyuh miliknya.

Ia menduga burung puyuhnya terpapar virus flu burung. Namun, Heru belum melaporkan ke dinas terkait.

"Kejadian puyuh-puyuh saya mati itu cepat sekali," ucap Heru.

Atas kejadian nahas itu, Heru menelan kerugian jutaan rupiah dan menghentikan sementara usahanya.

"Ruginya kira - kira Rp 10 juta," tuturnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved