Potret Mie Ayam Unik Nan Murah di Kerjo Karanganyar, Ternyata Hanya Rp 7 Ribu Dapat Satu Wajan

Menyajikan mie ayam dengan mangkok sudah biasa, tetapi di Karanganyar dengan wajan seperti penggorengan.

Tayang:
Penulis: Muhammad Irfan Al Amin | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Muhammad Irfan
Mie ayam super murah Rp 7.000 dapat satu wajan di RT 03 RW 03, Dusun Kwadungan, Desa Kwadungan, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (16/1/2021). 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Menyajikan mie ayam dengan mangkok sudah biasa.

Namun di Kabupaten Karanganyar, tepatnya di RT 03 RW 03, Dusun Kwadungan, Desa Kwadungan, Kecamatan Kerjo, ada mie ayam tampil beda.

Di sana ada sebuah warung mie ayam yang dihidangkan dengan wajan.

Hanya berbekal uang Rp 7 ribu saja, pelanggan sudah bisa menyantap sajian unik itu.

Penjualnya adalah Joko Triyanto yang melakukan inovasi tidak biasa.

Sosok Joko Triyanto yang membuat mie ayam super murah Rp 7.000 dapat satu wajan di RT 03 RW 03, Dusun Kwadungan, Desa Kwadungan, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (16/1/2021).
Sosok Joko Triyanto yang membuat mie ayam super murah Rp 7.000 dapat satu wajan di RT 03 RW 03, Dusun Kwadungan, Desa Kwadungan, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (16/1/2021). (TribunSolo.com/Muhammad Irfan)

Baca juga: Warung Mie Ayam di Klaten Ini Ikut Tergusur Tol Solo-Jogja, Meski Belum Dibayar, Sudah Mulai Pindah

Baca juga: Teganya Pria di Sragen Ini, Warung Mie Ayam Ditinggal Pemilik Sholat Jumat, Gas Elpiji 3 Kg Curi

Menurutnya, inovasi wajan itu datang seketika di benak pikirannya, saat akan membuka warung mie ayam.

"Ide itu muncul tiba-tiba saat saya mencari inovasi supaya berbeda dengan warung lainnya," katanya kepada TribunSolo.com, Sabtu (16/1/2021).

Dirinya berharap dengan sajian mie ayam wajan pengunjung di warungnya akan memiliki pengalaman berbeda saat wisata kuliner.

"Supaya ada sensasi makan yang berbeda, biar variatif," terangnya.

Dari berdagang mie ayam ini dirinya bisa memperoleh omset hingga Rp 3 juta setiap harinya.

"Kalau pandemi sekarang sudah lebih membaik, tapi kalau waktu awal pernah tutup lama," ujarnya.

Joko menyampaikan bahwa warungnya buka dari pukul 10.00 hingga 19.00 WIB.

"Terkadang sebelum itu sudah habis duluan," imbuhnya.

Di Balik Ide Wajan

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved