Berita Sukoharjo Terbaru
Banjir Desa Lengking Sukoharjo, Diduga Karena Pendangkalan Kali Buntung, Kades : Perlu Normalisasi
Banjir yang terjadi di Desa Lengking, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo disebabkan karena pendangkalan kali Buntung.
Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Adi Surya Samodra
"Untuk tanggul yang jebol, kita tambal sementara dengan karung pasir. Agar air kali tidak keluar ke lahan pertanian atau pemukiman masyarakat," ucapnya.
Terkait dua jembatan yang ambrol, Sri mengatakan sudah menjadi ranahnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).
"Kalau soal normalisasi, itu menjadi ranahnya BBWS. Kami hanya yang darurat, seperti penambalan tanggul dengan karung," jelasnya.
Sri menambahkan, hujan lebat kemarin tidak ada wilayah lain yang terdampak.
Sawah Terendam
Sebelumnya, hujan yang mengguyur Desa Lengking, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo pada Kamis (28/1/2021) membuat ribuan hektare lahan pertanian terendam air.
Menurut Kepala Desa (Kades) Lengking, Mulyanto, ada sekitar 82 hektare sawah yang terendam banjir.
"Untuk di Desa Lengking saja, ada 82 hektare lahan pertanian yang terendam banjir. Padahal ini baru memasuki musim tanam," katanya, Jumat (29/1/2021).
Dari pantauan TribunSolo.com pagi tadi, air yang merendam sawah sudah mulai surut.
Baca juga: Gegara Arus Deras & Sampah yang Tersangkut, Dua Jembatan di Bulu Sukoharjo Ambrol
Baca juga: Jembatan di Ngrampal Sragen Putus Sejak 2019, Akses Warga Terganggu, hingga Kini Belum Diperbaiki
Mulyanto mengatakan, kawasan pertanian di Desa Lengking menjadi langganan banjir tiap musim hujan tiba.
"Musim hujan ini sudah dua kali banjir, tapi ini yang terparah. Karena dia jembatan juga ambrol," ucapnya.
Selain itu, meningkatnya arus dan debit air di Kali Buntung, membuat sejumlah tanggul jebol.
"Tanggul jebol ada tiga titik, hampir longsor," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Sukoharjo Sri Maryanto mengatakan, pihaknya sudah menerjunkan tim untuk penanganan bencana di Desa Lengking.
"Untuk tanggul yang jebol, kita tambal sementara dengan karung pasir. Agar air kali tidak keluar ke lahan pertanian atau pemukiman masyarakat," tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/jembatan-ambrol-di-bulu-sukoharjo.jpg)