Haru, Pemakaman Korban Sriwijaya Air SJ182 di Sragen, Keranda Mayat Diangkat Ratusan Pesilat
Pemakaman Korban Sriwijaya Air SJ182 di Sragen, berlangsung haru. Keranda Mayat kakak beradik itu Diangkat Ratusan Pesilat.
Penulis: Rahmat Jiwandono | Editor: Aji Bramastra
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Rahmat Jiwandono
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Suasana haru menyelimuti Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen, rumah duka dari dua korban tragedi pesawat nahas Sriwijaya Air SJ 182.
Jenazah Riyanto dan Suyanto, kakak beradik yang menjadi korban kecelakaan pesawat Sriwijaya SJ182, dimakamkan di lokasi yang sama.
Baca juga: Jenazah Korban Kecelakaan Sriwijaya Air SJ182 Tiba di Sragen, Isak Tangis Keluarga Korban Pecah
Suasana haru langsung terasa saat para pesilat dari Pagar Nusa mengangkat keranda jenazah Riyanto dan Suyanto keluar dari rumah.
Kalimat tauhid dan sholawat Nabi bersahutan mengiringi jenazah ke pemakaman.
Pemakaman Riyanto dan Suyanto memang dihadiri ratusan pesilat.
Sejak pagi, ratusan pesilat bahkan sudah antre sejak pintu masuk desa hingga ke rumah duka.
Seorang pesilat mengungkapkan, kedatangan keluarga besar Pagar Nusa itu sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada Riyanto dan Suyanto.
Keduanya, memang dikenal aktif dalam perguruan silat tersebut.
"Riyanto dan Suyanto dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Dukuh Tengaran, Katelan, Tangen, Sragen," papar Kepala Desa Katelan, Kunto Cahyono pada Minggu (31/1/2021).
Kedua korban dimakamkan bersebelahan.
"Dikebumikannya pada siang hari ini sekitar pukul 13.30 WIB," jelasnya.
Kunto menambahkan, pihaknya turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah ini.
"Yang menjadi korban jatuhnya pesawat adalah warga saya," kata dia.
Keluarga korban pun sudah mendapat santunan dari Jasa Raharja senilai Rp 50 juta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/pemakaman-suyanto-riyanto-sragen-pagar-nusa.jpg)