Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Pencarian Luweng di Wonogiri Minta Bantuan Orang 'Pintar', Ini Cara Mendeteksi via Metode Geolistrik

Kata 'luweng' menjadi viral di mana-mana setelah muncul di Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri.

Penulis: Rahmat Jiwandono | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Istimewa
Proses penggalian luweng demi mengatasi genangan banjir yang terjadi di sejumlah titik di Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Jumat (12/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Rahmat Jiwandono

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Kata 'luweng' menjadi viral di mana-mana setelah muncul di Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri.

Bahkan luweng atau lobang di tanah yang bisa sewaktu-waktu amblas sendirinya sehingga wilayah tidak kebanjiran di Wonogiri itu, belum ketemu.

Meski warga di sana sudah mengacak-acak pakai alat berat bahkan sampai menggali 10 meter.

Lantas bagaimana mencari atau mendeteksi keberadaan luweng?

Baca juga: Penjelasan Ahli Tentang Luweng : Lobang Air di Wonogiri yang Dicari dan Libatkan Orang Pintar

Baca juga: Jadi Biang Kerok Banjir di Pracimantoro, Upaya Normalisasi Luweng Terkendala Pencarian

Dosen Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Eko Haryono membeberkan cara untuk mendeteksi luweng.

Eko menyebutkan, salah satu cara untuk mendeteksi luweng yakni menggunakan metode geolistrik.

"Geolistrik merupakan salah satu metode geofisika untuk mengetahui perubahan jenis lapisan batuan di bawah permukaan tanah," terangnya kepada Tribunsolo.com, Senin (15/2/2021).

"Cara mengalirkan arus listrik DC (direct current) yang mempunyai tegangan tinggi ke dalam tanah," ujarnya membeberkan.

Meski begitu metode geolistrik DC hanya mampu mendeteksi luweng dengan kedalaman maksimal 20 meter.

"Metode tersebut baru bisa sampai 20 meter saja," tuturnya.

Untuk luweng yang punya kedalaman 100 meter, lanjutnya, harus menggunakan metode geolistrik dua dimensi.

"Selain itu juga butuh kabel yang panjang untuk bisa mendeteksi mulut luweng kedalaman 100 meter."

"Yang punya alatnya juga tidak banyak," imbuhnya.

Padahal, luweng yang ada di Kabupaten Wonogiri dan Gunungkidul rata-rata kedalamannya sampai 100 meter.

Libatkan Orang 'Pintar'

Sebelumnya, sejumlah titik di Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri rawan mengalami kebanjiran. 

Dari informasi yang dihimpun TribunSolo.com, biasanya air mengalir ke ruang bawah tanah melalui luweng atau lobang di tanah yang bisa sewaktu-waktu amblas sendirinya.

Bahkan karena curah hujan tinggi beberapa waktu lalu, banjir menggenangi Dusun Joho Kidul dan sejumlah dusun di Desa Sumberagung. 

Lantas berbagai cara dilakukan, di antaranya mengeruk mencari titik luweng, tetapi ternyata sudah berhari-hari tidak ditemukan.

Padahal pengerukan dengan alat berat atau backhoe.

Saran Sumarjo, Kakek Mas Al Ikatan Cinta : Kalau Sudah Tak Jadi Artis, Nyalon DPRD di Sukoharjo Saja

Video Polisi Bantu Kucing Menyeberang Jalan Raya Viral, Ini Cerita Dibaliknya hingga Banjir Pujian

Camat Pracimantoro Warsito mengatakan, pihaknya hingga meminta bantuan paranormal dalam upaya pencarian mulut luweng tersebut.

"Sudah dibantu orang pintar, tapi masih belum ketemu juga sampai sekarang," kata dia kepada TribunSolo.com, Jumat (12/2/2021).

Setidaknya ada tiga mulut luweng yang dicari, satu di Dusun Dompol Desa Petirsari dan dua luweng lainnya ada di Dusun Joho Kidul Desa Joho.

Ketiga mulut luweng itu diduga tertimbun tanah.

"Ini kita gali lagi di kedalaman 10 meter, kalau masih tidak ketemu, proyeknya nanti akan dihentikan," ucapnya.

Warsito mengatakan, dalam pencarian mulut luweng ini, ada paranormal dari luar Wonogiri yang didatangkan.

"Orang sepuh, dan warga sekitar juga membantu pencarian, tapi masih belum ketemu," ucapnya.

Bahkan lanjut dia, sejumlah ritual dilakukan warga dalam upaya pencarian luweng tersebut.

"Seperti lokasi galian dibuatkan bancakan, hingga warga begadang di lokasi," akunya.

Banjir di Dua Kelurahan

Dua kelurahan di Kecamatan/Kabupaten Wonogiri banjir akibat pintu spillway Waduk Gajah Mungkur dibuka, Kamis (10/2/2021).

Dua Kelurahan yang terdampak itu meliputi Kelurahan Sukorejo dan Giritirto.

Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri Bambang Haryanto, banjir genangan itu terjadi sekira pukul 08.45 WIB.

"Pintu spillway waduk dibuka, untuk mengurangi debit air di waduk gajah mungkur," katanya.

Angin Puting Beliung di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri Bikin Geger, Ini Penjelasan Lengkap BMKG

Puting Beliung Besar Gegerkan Warga di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Tidak Ada Korban Jiwa

Viral Gadis Minta Tolong Melalui Live Facebook saat Terjebak Banjir Subang, Kini Berhasil Dievakuasi

Debit air di Waduk Gajah Mungkur terus naik, seiring dengan curah hujan yang tinggi di kawasan Kabupaten Wonogiri.

"Untuk saat ini air masih menggenangi pemukiman warga, dan apabila turun hujan berpotensi air naik," jelasnya.

Pelepasan air Waduk Gajah Mungkur ini sesuai Surat Kepala Divisi Jasa Asa III Perum Jasa Tirta.

Tim terus melakukan pemantauan di lokasi banjir.

BPBD Kabupaten Wonogiri juga terus melakukan koordinasi dengan Perum Jasa Tirta untuk pengendalian pelepasan air waduk ini.

"Tidak ada korban jiwa maupun luka. Pengungsi juga nihil," tandasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved