Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Penjelasan Ahli Tentang 'Luweng' : Lobang Air di Wonogiri yang Dicari dan Libatkan Orang 'Pintar'

Istilah "Luweng" cukup asing di telinga masyarakat. Namun bagi mereka yang tinggal di bebatuan karst seperti di Wonogiri akrab dengan luweng. 

Penulis: Rahmat Jiwandono | Editor: Ilham Oktafian
TribunSolo.com/Agil Tri
Proses penggalian luweng demi mengatasi genangan banjir yang terjadi di sejumlah titik di Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Jumat (12/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Rahmat Jiwandono

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Istilah "Luweng" cukup asing di telinga masyarakat.

Namun bagi mereka yang tinggal di bebatuan karst seperti wilayah Kabupaten Gunungkidul ataupun Kabupaten Wonogiri akrab dengan luweng. 

Menurut Dosen Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Eko Haryono  luweng adalah gua vertikal yang dalam. 

"Luweng terbentuk di dasar-dasar cekungan (Dolin)," katanya kepada Tribunsolo.com, Senin (15/2/2021). 

Menurut mantan President Asian Union of Speleology 2015-2019 itu, di sebuah Dolin selalu ada tempat untuk masuknya air. 

Baca juga: Jadi Biang Kerok Banjir di Pracimantoro, Upaya Normalisasi Luweng Terkendala Pencarian

Baca juga: Misteri Pencarian Luweng, Lobang Air di Pracimantoro : Belum Ketemu, Minta Bantuan Orang Pintar

"Tempat masuknya itu disebut dengan ponor," jelasnya. 

Diameter sebuah luweng tergantung pada seberapa besar wilayah tangkapan air dan debit airnya. 

"Semakin besar besar daerah tangkapannya dan airnya banyak maka diameter luwengnya juga besar," papar dia. 

Baca juga: Banjir Bandang di Wonogiri Rendam 2 Kecamatan dan Ratusan Rumah, Disebabkan Luweng Tersumbat

Intinya ialah luweng terbentuk atas proses masuknya air di permukaan karst yang kemudian larut oleh Dolin. 

Butuh waktu ratusan ribu tahun untuk terbentuknya luweng. 

"Luweng di Gunungkidul rata-rata terbentuknya di atas 100 ribu tahun," katanya.

LUWENG DI WONOGIRI

Sejumlah titik di Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri rawan mengalami kebanjiran. 

Dari informasi yang dihimpun TribunSolo.com, biasanya air mengalir ke ruang bawah tanah melalui luweng atau lobang di tanah yang bisa sewaktu-waktu amblas sendirinya.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved