Berita Karanganyar Terbaru

Antisipasi Longsor Susulan di Makam Klodran, Bupati Karanganyar Buatkan Talut dari Bambu

Bupati Karanganyar Juliyatmono meninjau TPU di Dusun Bendungan, Klodran, Colomadu, Karanganyar.

Tayang:
Penulis: Muhammad Irfan Al Amin | Editor: Rahmat Jiwandono
TribunSolo.com/Muhammad Irfan
Bupati Karanganyar, Juliyatmono di kantornya, pada Selasa (26/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Bupati Karanganyar Juliyatmono berkunjung ke tempat pemakaman umum (TPU) Dusun Bendungan, Desa Klodran, Kecamatan Colomadu, Karanganyar usai mendengar kabar makam itu longsor, Senin (22/2/2021). 

Dalam hitungan jam, dia meninjau lokasi kejadian karena membaca pemberitaan di TribunSolo.com.

Mengetahui kabar longsor itu, Juliyatmono berjanji akan membuatkan talut menggunakan uang pribadinya. 

Juliyatmono mengatakan, talut akan dibuat dari bambu. 

"Kenapa talutnya dari bambu karena untuk sementara agar tidak terjadi longsor susulan," ujar dia, Senin (22/2/2021). 

Ia sudah menginstruksikan ke kepala desa dan camat untuk segera membuat talut dari bambu. 

"Sudah saya instruksikan langsung ke mereka," katanya.

Ihwal pembangunan talut yang sifatnya permanen, sambungnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah. 

"Nanti kami koordinasikan karena TPU ini tidak hanya masuk wilayah Karanganyar saja," jelasnya. 

Hanyut

Warga tidak melakukan pencarian jenazah yang hanyut terbawa arus saat makam longsor di tepi Kali Pepe.

Adapun longsor terjadi di TPU Dusun Bendungan, Desa Klodran, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar.

Ketua RT 03 RW 05 Bendungan, Endang Anggoro Bangun mengatakan sebanyak 10 jenazah yang hanyut.

Itu lantaran tanah sekitar makam amblas atau longsor karena air hujan yang meresap dan tiadanya pohon penyangga.

Tidak dilakukannya pencarian karena beberapa faktor.

Jenazah di dalam kafan yang nampak mau terjatuh karena longsor di tepi Kali Pepe di TPU Dusun Bendungan, Desa Klodran, Kecamatan Klodran, Kabupaten Karanganyar, Senin (22/2/2021).
Jenazah di dalam kafan yang nampak mau terjatuh karena longsor di tepi Kali Pepe di TPU Dusun Bendungan, Desa Klodran, Kecamatan Klodran, Kabupaten Karanganyar, Senin (22/2/2021). (TribunSolo.com/Adi Surya Samodra)

Baca juga: Penampakan Makam di Tepi Anak Bengawan Solo yang Longsor, Jenazah Sampai Tersangkut Pohon

Baca juga: Bikin Merinding, Makam di Klodran Colomadu Longsor, Jenazah di Dalam Kain Kafan Sampai Terlihat

Keluarga pemilik makam sudah tiada menjadi satu diantaranya.

Selain itu, makam beberapa jenazah tidak terpampang nama identitasnya.

"Tidak ada yang kenal, makanya tidak menghubungi keluarga," kata Endang kepada TribunSolo.com, Senin (22/2/2021).

Endang menuturkan pihaknya tidak akan melakukan pencarian bila belum mendapat izin keluarga.

"Tidak dilakukan (pencarian), belum izin," tuturnya.

Bikin Merinding

Longsornya tanah makam di tepi Kali Pepe di Dusun Bendungan, Desa Klodran, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar membuat bulu kuduk merinding.

Ya, tak hanya membuat sejumlah nisan di TPU tersebut rusak dan jenazah yang dimakamkan ikut hanyut terbawa aliran anak sungai Bengawan Solo.

Terhitung sampai sekarang, sebanyak 10 jenazah hanyut dan 25 makam direlokasi.

Sementara ada sisa-sisa longsor yang belum sepenuhnya terbawa arus sungai, ternyata membuat sebagian jenazah di dalam kafan terlihat.

Baca juga: Foto-foto Makam Longsor di Tepi Kali Pepe Wilayah Klodran, Banyak Jenazah Hanyut Terbawa Arus Sungai

Baca juga: Khawatir Makam Keluarga Ikut Longsor, Warga Klodran Ini Rela Rogoh Rp 12,5 Juta Pindahkan Makam

Ada sejumlah titik tepat di pinggir sungai yang membuat orang melihatnya ngeri.

Dari pantauan TribunSolo.com, beberapa makam tampak hampir jatuh ke pinggir anak sungai Kali Pepe.

Bila menilik dari pinggir anak sungai Kali Pepe, beberapa kain kafan yang dikebumikan di makam tersebut tampak keluar.

Bahkan ada pemancing yang biasanya mencari ikan di kawasan anak sungai Bengawan Solo itu, merinding melihat penampakan kain kafan bergelantungan.

Juru Kunci TPU Bendungan, Endang Anggoro Bangun mengatakan ada kurang lebih 5 makam yang hampir jatuh.

"Sebelah barat ada 1 makam, dan sebelah timur ada 4 makam," katanya kepada TribunSolo.com, Senin (22/2/2021).

Beberapa makam tersebut, sambung Endang, keluarganya belum bisa memindahkannya.

Itu lantaran mereka terbentur biaya pemindahan makam yang terlampau tidak ramah di kantong.

"Nanti saya berkoordinasi dengan bapak lurah bagaimana untuk pemindahannya, kita upayakan gotong royong swadaya," ujarnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
2 - 0
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved