Berita Sragen Terbaru

Testimoni Berbeda Pejabat Sragen Setelah Disuntik Vaksin Covid-19 : Kini, Lebih Percaya Diri

Berbagai testimoni ditunjukkan orang atau banyak pihak yang sudah menjalani vaksinasi Covid-19.

Tayang:
Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Laily - Biro Pers Setpres
Petugas tengah memasukkan dosis Vaksin Covid-19 Sinovac di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (13/1/2021) pagi. 

Ketua KPU Sragen, Minar mengatakan dari komisioner KPU, sekertaris dan seluruh pegawai KPU Sragen telah melaksanakan vaksin Covid-19.

"Vaksinasi lancar dan sukses. Kami berharap kepada seluruh masyarakat di manapun berada selamat menantikan vaksin untuk masyarakat," katanya.

Dia meminta agar masyarakat percaya bahwa vaksin merupakan salah satu usaha untuk menjadikan diri kebal dan tidak terjangkit Covid-19.

Sehingga tidak perlu khawatir dan merasa takut untuk vaksin Covid-19.

Baca juga: Pemerintah Pusat Target Sekolah Tatap Muka Juli 2021, Gibran Bakal Kebut Vaksinasi Guru

Baca juga: WHO Ingatkan Pandemi Covid-19 Kemungkinan Jadi Endemik. Vaksin Tak Serta Merta Akhiri Corona

Jangan Merasa Kebal

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati sampaikan vaksinasi Covid-19 ialah salah satu upaya dari Pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Hal itu disampaikannya ketika pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap kedua kepada pelayan publik di Kankemenag Sragen, Senin (1/3/2021).

Namun, Bupati juga menekankan bahwa nanti setelah divaksin tidak ada yang bisa menghalangi virus ini masuk ke dalam tubuh meskipun sudah di vaksin, kecuali disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan tepat.

"Jadi nanti kalau sudah di vaksin, jangan sekalipun merasa bahwa kita kebal dan kemudian merasa aman sehingga melanggar protokol kesehatan," katanya.

Yuni menerangkan vaksin yang disuntikan ke dalam tubuh akan membentuk antibodi dalam tubuh.

Hanya akan bisa bekerja pada saat dua kali vaksin, sehingga dipastikan hari ini divaksin berarti 14 hari ke depan harus melakukan vaksin dosis kedua.

"Setelah itu barulah terbentuk antibodi secara sempurna yang ada di dalam tubuh kita pada rentan waktu 14 sampai 15 hari.

Jadi sebenarnya kunci menanggulangi atau mencegah penyebaran Covid-19 ini hanya dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan harus dipatuhi bersama," katanya.

Menegaskan bahwa di Sragen belum ada laporan bahwa setelah divaksin kemudian ada yang pingsan, setelah divaksin masuk rumah sakit karena faktor reaksi alergi atau sebagainya jadi insya Allah vaksin ini aman untuk itu kita berdua bersama salah semoga lancar semuanya.

Bupati menambahkan jika periode vaksin berikutnya Makan fokus menyasar kepada masyarakat yang beresiko tinggi dan rentan.

Baca juga: WHO Ingatkan Pandemi Covid-19 Kemungkinan Jadi Endemik. Vaksin Tak Serta Merta Akhiri Corona

Baca juga: Perintah Gibran Percepat Vaksinasi di Solo, Kini Bakal Sasar 6.800 Lansia Mulai 1 Maret 2021

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved